Portal Berita Tegal
Beranda Bisnis 1.000 Ha Sawah di Demak Terendam Banjir, Kementan Kembali Ingatkan Pentingnya AUTP

1.000 Ha Sawah di Demak Terendam Banjir, Kementan Kembali Ingatkan Pentingnya AUTP

Detik Tegal, Demak Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sekitar 1.000 hektare sawah dan jagung terendam banjir akibat meluapnya air dan jebolnya sungai yang melintasi Demak. Oleh karena itu, petani menghadapi risiko kegagalan budidaya dan penanaman pohon. Sawah yang terendam tersebar di Kecamatan Karangwen, Dempet, Kebonagon, dan Guntur. Diperkirakan kerugian petani mencapai Rp 25 miliar.

Menyadari situasi tersebut, Kementerian Pertanian (Kementon) bergerak cepat berkoordinasi dengan daerah setempat. Menteri Pertanian (Mentan) Andy Amran Sulaiman mengatakan timnya siap membantu meringankan situasi banjir di Demak.

Sebagai daerah penyangga pangan nasional dan sektor pertanian, permasalahan yang dihadapi petani DIMAC harus diatasi dengan kekuatan gerakan kedaulatan pangan.

Pada Kamis (8/2/2024), Menteri Pertanian Amran mengatakan Demak merupakan salah satu kabupaten subur yang berpotensi menambah cadangan pangan Indonesia.

Menteri Pertanian mengatakan petani yang memiliki asuransi pertanian akan mendapat kompensasi sebesar Rs 60 lakh per hektar.

“Kami mendorong para petani untuk mengasuransikan lahannya 30 hari sebelum tanam atau 30 hari setelah tanam agar usahatani mereka lebih aman dan nyaman,” kata Menteri Pertanian Amaron.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil memastikan upaya pencegahan dan penanganan banjir di sawah akan lebih efektif. Sebab, Kementerian Pertanian mempunyai program pengendalian hama yang komprehensif

Ali Jamil mengatakan, pemerintah akan menyiapkan upaya pemompaan untuk mengatasi banjir tersebut dan berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat untuk mengalirkan air di sawah.

Kementerian Pertanian meminta Dinas Pertanian Daerah mendorong petani untuk mengikuti AUTP. Pemerintah memberikan subsidi premi asuransi pertanian sebesar Rp144.000/ha

“Petani AUTP ini akan terus kami sosialisasikan sebagai bentuk perlindungan dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP,” ujarnya.

Ia menambahkan, petani yang terkena dampak banjir atau kekeringan akan mendapatkan kompensasi melalui AUTP. Selain itu, petani juga dapat melakukan penanaman kembali segera setelah penimbunan rawa.

“Dengan membayar premi sebesar 36.000 per hektar per musim, petani yang terkena dampak banjir, kekeringan dan serangan hama dapat mengklaim hingga Rp 6 juta per hektar dengan kerusakan hingga 75%,” imbuhnya.

Kabupaten Demac Agus Herwan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertan Pangan), mengatakan perkiraan awal menunjukkan bahwa 1.000 hektar telah rusak. Jika harga minimal per hektar ditetapkan Rp 25 juta, maka kerugian petani akibat banjir diperkirakan mencapai Rp 25 miliar.

Agus mengatakan, “Dampak pertaniannya sekitar 1000 hektare, masih kita diskusikan dan nanti kita pertimbangkan. Rata-rata hanya 25 juta, sekarang Rp 40 juta per hektar per bahu.”

Agus mengatakan beberapa lahan sawah di Demac telah diasuransikan. Timnya siap mendampingi petani dalam proses klaim dan akan segera menginformasikan kepada Kementerian Pertanian.

Kami akan terus melaporkan kembali ke kementerian setelah pengumpulan data. Ia mengatakan, petani yang terdampak diharapkan mendapatkan bantuan seperti sebelumnya.

(*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan