Portal Berita Tegal
Beranda Lifestyle 10 Negara ASEAN dengan Tingkat Kematian Ibu Melahirkan, Peringkat Indonesia Mencengangkan

10 Negara ASEAN dengan Tingkat Kematian Ibu Melahirkan, Peringkat Indonesia Mencengangkan

Jakarta – Angka kematian ibu ramai diperbincangkan usai debat capres seri kelima yang digelar pada Minggu, 4 Maret 2024. Oleh karena itu, Detik Tegal kali ini berbagi informasi mengenai angka kematian ibu di kawasan ASEAN. Berikut informasinya: Angka Kematian Ibu

Rasio Kematian Ibu (MMR) atau juga rasio kematian ibu adalah rasio yang mengukur jumlah kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup pada suatu waktu.

Rasio ini mengukur risiko ibu meninggal akibat komplikasi selama kehamilan, persalinan, atau persalinan. Semakin rendah angka MMR, maka semakin baik pula pelayanan kesehatan ibu di negara atau wilayah tersebut.

Terdapat perbedaan angka kematian ibu (MMR) antar negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dimana setiap negara mempunyai tingkat MMR yang berbeda-beda.

Kamboja memiliki angka kematian tertinggi di kawasan ASEAN, dengan angka sekitar 218, yang menunjukkan tingginya angka kematian ibu terkait kehamilan, persalinan, atau komplikasi pasca melahirkan.

Myanmar juga menjadi negara dengan angka kematian ibu tertinggi kedua yakni sekitar 179. Sedangkan Indonesia sendiri berada di peringkat ketiga dengan angka 173. Negara-negara seperti Laos dan Vietnam masing-masing memiliki MMR sekitar 132 dan 124.

Berikutnya adalah Filipina dengan MMR sebesar 78, sedangkan Brunei Darussalam yang memiliki MMR rendah sekitar 44. Tiga negara memiliki MMR terendah yakni Thailand sekitar 29 dan Malaysia sekitar 29,21, sedangkan Singapura memiliki MMR terendah hanya dengan satu angka. 7. Disparitas Angka Kematian Ibu di Negara ASEAN Kamboja Myanmar Indonesia Laos Vietnam Filipina Brunei Darussalam Thailand Malaysia Singapura Warga Negara Indonesia Malaysia Boleh Memilih pada Pemilu 2024 di TPS 6. Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono mengharapkan sekitar 30 persen dari 832.420 penduduk Indonesia yang tinggal di Malaysia dapat memilih pada pemilu 2024. Detik Tegal.co.id 10 Februari 2024

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan