Portal Berita Tegal
Beranda Kesehatan Berkaca dari Kasus Junaidi yang Bunuh 1 Keluarga, Apa Hubungan Alkohol dengan Kejahatan?

Berkaca dari Kasus Junaidi yang Bunuh 1 Keluarga, Apa Hubungan Alkohol dengan Kejahatan?

Detik Tegal, JAKARTA – Remaja berusia 16 tahun bernama Junaidi secara nekat membunuh satu keluarga (5 orang) di Kalimantan Timur. Cinta bertepuk sebelah tangan diduga menjadi motif pembunuhan ini.

Usai membunuh remaja tersebut, jenazah kedua korban (ibu dan anak pertama) diperkosa. Polisi menyebut Junaidi dalam keadaan mabuk sebelum melakukan pembunuhan. Seberapa “berbahaya” alkohol hingga membuat orang berbuat kejahatan?

Alkohol berperan besar dalam kejahatan dan kekerasan, demikian panduan penanganan alkohol, Kamis (2 Agustus 2024). Konsumsi alkohol yang berlebihan mengurangi hambatan, mengganggu penilaian, dan meningkatkan risiko perilaku agresif. Akibatnya, kekerasan dan kejahatan terkait alkohol meningkat di seluruh negeri.

Dalam beberapa dekade terakhir, para peneliti telah mempelajari hubungan antara alkohol, narkoba, dan kejahatan. Bukti menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dalam jangka panjang dan pesta minuman keras secara signifikan meningkatkan risiko kejahatan dengan kekerasan.

Perilaku kriminal mempunyai konsekuensi serius, termasuk hukuman penjara, denda, dan hukuman lain yang dijatuhkan pengadilan. Sejumlah orang di penjara telah melakukan pelanggaran terkait alkohol.

Kejahatan termasuk pelanggaran ringan, tindak pidana berat, kejahatan properti, perilaku tidak tertib, mengemudi dalam keadaan mabuk, penyerangan, dan pembunuhan. Rata-rata, sekitar 40 persen narapidana yang melakukan kekerasan berada di bawah pengaruh alkohol pada saat kejahatan terjadi.

Diperkirakan banyak dari pelanggar ini memiliki konsentrasi alkohol dalam darah (BAC) tiga kali lipat dari batas legal pada saat penangkapan mereka. Beberapa pelanggaran terkait alkohol yang paling umum adalah mengemudi dalam keadaan mabuk. Namun masih banyak pelanggaran lain akibat penyalahgunaan.

Apakah mereka? Berikut daftarnya:

1. Pencurian

Alkohol meningkatkan rasa putus asa pada pencuri dan membuatnya mencuri uang dan harta benda orang. Meskipun beberapa gangster menginginkan gaya hidup yang lebih baik atau menginginkan uang cepat, beberapa lagi menjadi pelaku berulang. Konsekuensi mencuri dari seseorang bisa sangat parah dan bisa mencakup hukuman penjara, tuntutan pidana, denda, dan masalah hukum lainnya.

2. Pelecehan seksual

Pelecehan seksual adalah pemaksaan dan dapat mencakup sentuhan, ciuman, atau hubungan seksual. Menurut penelitian, 37 persen kekerasan seksual dan pemerkosaan dilakukan oleh orang yang pernah mengonsumsi alkohol.

Bagi penjahat, minuman keras memperburuk perilaku agresif. Hal ini dapat membuat mereka lebih kuat ketika seseorang mencoba melawan mereka. Pelecehan seksual dapat terjadi tanpa persetujuan, begitu pula ketika korban dalam keadaan mabuk atau tidak mampu memberikan persetujuan.

3. Kejahatan yang menyebabkan luka berat

Tanda-tanda peringatan umum penyalahgunaan alkohol termasuk mudah tersinggung dan perubahan suasana hati. Jadi, beberapa orang melakukan pelecehan setelah meminum beberapa minuman.

Keputusan yang buruk, salah penilaian, agresi dan permusuhan dapat dengan cepat menjadi berbahaya. Bertindak berdasarkan pikiran dan perasaan yang kasar dapat menyebabkan serangan. Sekitar 27% kejahatan berat dilakukan oleh peminum alkohol.

4. Kekerasan terhadap pasangan

Alkohol memainkan peran berbahaya dalam kekerasan pasangan intim, yang menyebabkan agresi, ketakutan, seks kompulsif, dan bentuk kontrol perilaku lainnya. Pelecehan pasangan terjadi ketika pasangan romantis secara fisik, psikologis, atau seksual menyakiti pasangan lainnya. Memiliki pasangan yang menyalahgunakan alkohol dapat menimbulkan masalah serius, termasuk masalah keuangan, masalah hak asuh anak, perselingkuhan, dan tantangan lainnya.

5. Pelecehan anak

Stres, masalah keuangan, ketidakstabilan pekerjaan dan banyak faktor lainnya mempengaruhi jumlah alkohol yang dikonsumsi seseorang. Namun, alkohol tidak hanya berdampak pada individu, namun juga anggota keluarga dan teman, termasuk anak-anak.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penyalahgunaan alkohol oleh orang tua dan risiko pengabaian dan pelecehan pada anak. Empat dari sepuluh pelaku mengaku mengonsumsi alkohol pada saat melakukan kejahatan.

6. Pembunuhan

Di Amerika Serikat (AS), alkohol lebih banyak terlibat dalam pembunuhan dibandingkan zat lain, seperti heroin atau kokain. Faktanya, sekitar 40 persen terpidana pembunuh mengonsumsi alkohol sebelum atau selama melakukan kejahatan.

Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan bentuk kekerasan yang lebih parah dan dengan cepat meningkat menjadi situasi berbahaya. Efek jangka pendek dan jangka panjang dari alkohol dapat mengaburkan kondisi mental seseorang dan meningkatkan risiko melakukan kejahatan dengan kekerasan.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan