Portal Berita Tegal
Beranda Edukasi Bolehkan Daging Kurban Diberikan Kepada Non-Muslim? Ini Penjelasan Buya Yahya

Bolehkan Daging Kurban Diberikan Kepada Non-Muslim? Ini Penjelasan Buya Yahya

JAKARTA – Tradisi berkurban sudah menjadi bagian dari perayaan Idul Adha di kalangan umat Islam di seluruh dunia. Mungkin banyak yang mengira daging kurban boleh diberikan kepada non-Muslim di hari Idul Adha?

Menanggapi pertanyaan tersebut, salah satu ulama kenamaan Indonesia, Buya Yahya, menjelaskan boleh atau tidaknya daging kurban diberikan kepada non-Muslim. Gulir ke bawah untuk melihat artikel selengkapnya.

Menurut Yahya, Islam tidak mengajarkan manusia untuk membenci. Adapun mengenai kurban sendiri, dalam mazhab Imam Syafiq terdapat perpecahan dan orang-orang kafir terbagi menjadi dua golongan, yaitu orang-orang kafir Harbi dan orang-orang kafir dhimmi.

Kafir militer adalah musuh Islam, dan kafir dhmi adalah mereka yang masih tinggal bersama kaum muslimin. Oleh karena itu, daging kurban tidak boleh diberikan kepada non-Muslim, tetapi dapat diberikan kepada non-Muslim yang menganut agama Islam.

“Islam tidak mengajarkan kebencian,” kata Buya Yahya seperti dikutip dalam pidatonya di Al-Bahjah TV pada 30 Juni 2023.

“Pertama, orang-orang kafir itu terbagi menjadi dhmi atau wari. Kalau orang-orang kafir itu musuh Islam, kita tidak boleh mencintainya, tapi kalau orang-orang kafir yang tinggal bersama kita itu bukan Islam, Yahudi, Nasrani, Hindu dan Budha, kiri dan kanan, maka itu adalah baik untuk kita, ya.” katanya.

Dalam madzhab Imam Syafiq juga dijelaskan bahwa kurban wajib Qasam tidak boleh dipersembahkan kepada non-Muslim. Sedangkan non-Muslim boleh diberikan sedekah sunat.

“Bagi orang-orang yang bersekolah di Madzhab Imam Syafiq ini, dibedakan antara haram atau tidaknya kambing, dan kambing disunat atau tidak,” kata Buya Yaahya.

“Tapi banyak ulama yang bilang bisa, tapi hukumnya hanya makruh. Makruh itu tidak haram, kalau melihat pentingnya solidaritas yang harusnya tercipta ketika hidup bertetangga, makruh bisa hilang,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Buya, pada hari raya Idul Fitri, daging kurban kepada non-Muslim dilarang, namun tidak kepada orang-orang kafir seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

“Oleh karena itu, janganlah tetangga kita yang beragama Nasrani melihat darah kambing itu lalu ikut ambil bagian. Aku sayang dia, kapapa,” tutupnya. Istri marah karena suami bantu keluarga Buya Yaahya: Pendeta Buya Yaahya bilang, sebagai istri, jangan marah pada suami karena dia lebih peduli pada keluarganya. Wanita boleh bangga .Detik Tegal.co.id 6 Februari 2024

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan