Portal Berita Tegal
Beranda Bisnis BRI Dorong Kredit UMKM Hingga 85 Persen di 2025

BRI Dorong Kredit UMKM Hingga 85 Persen di 2025

Detik Tegal, JAKARTA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus meningkatkan portofolio pembiayaan pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan perekonomian bangsa. Secara total, portofolio kredit BRI dan pangsa kredit UMKM mencapai 84,4%.

Wakil Direktur Jenderal BRI mengatakan, “Saat ini perseroan terus mendorong proporsi kredit UMKM menjadi 85% pada tahun 2025 sebagai upaya mencapai visi grup perbankan paling bernilai di Asia Tenggara dan Juara Inklusi Keuangan”. Catur Budi Harto dalam keterangannya, Kamis (2 Agustus 2024).

UMKM sebagai penggerak perekonomian kerakyatan merupakan tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61% dan juga mampu menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia. Catur mengungkapkan pada akhir Desember 2023, portofolio kredit UMKM BRI mencapai Rp1.068,7 triliun atau meningkat 10,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 yakni Rp965,3 triliun.

Artinya dalam satu tahun BRI mencatatkan penyaluran kredit baru kepada UMKM sebesar Rp 103,4 triliun, ”ujarnya.

Pertumbuhan tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit UMKM perbankan nasional yakni sebesar 7,9% pada tahun 2023. Pencapaian tersebut menunjukkan posisi BRI sebagai bank pemimpin perekonomian masyarakat dengan memberdayakan UMKM.

Keberhasilan BRI dalam mengakselerasi pendanaan segmen UMKM disusul dengan berbagai program pemberdayaan yang bertujuan untuk mendorong pelaku UMKM agar semakin berkembang. Misalnya saja program Desa BRILiaN yang merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan untuk menciptakan teladan dalam pembangunan desa melalui penerapan praktik kepemimpinan desa yang unggul dan semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi Desa berdasarkan SDGs.

Desa-desa yang tergabung dalam program Desa BRILiaN diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi kemajuan desa dan dapat direplikasi di desa-desa lainnya.

Program pemberdayaan lain yang dilakukan BRI adalah melalui Rumah BUMN. Rumah BUMN merupakan inisiatif Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN untuk memperkuat perekonomian masyarakat khususnya UMKM sebagai pusat literasi dan inkubasi bisnis. Sejak pertama kali didirikan pada tahun 2017, kini terdapat 54 rumah BUMN milik BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sejak awal berdirinya, jumlah UMKM yang terdaftar setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan. Hingga Desember 2023, terdapat 4.18.588 UMKM yang terdaftar dengan 12.232 pelatihan. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun 2019.

BRI juga mempunyai program pemberdayaan UMKM lainnya yang memberikan dampak besar dalam upaya UMKM mendunia dan internasional yaitu UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR. Pada ajang UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 tercatat mereka telah mendaftarkan usaha yang layak dengan nilai omzet sebesar 81,3 juta USD atau sekitar Rp 1,26 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.500 per dollar AS).

Business match tersebut dilakukan oleh 86 pembeli dari 30 negara (dari target 80 pembeli dari 25 negara), antara lain dari Australia, Kanada, Taiwan, Australia, Singapura, Malaysia dan Emirates United Arab Emirates atau Uni Emirat Arab bersama 85 pembeli peserta UMKM.

Nilai kesepakatan melalui koneksi bisnis terus meningkat dari tahun ke tahun seiring diadakannya acara tersebut. Seperti diketahui, nilai koneksi bisnis pada tahun 2019 mencapai 33,5 juta USD, pada tahun 2020 meningkat menjadi 57,5 ​​juta USD dan pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi 72,1 juta USD. Jadi, pada 2022 nilainya mencapai 76,7 juta dollar AS.

“Peran BRI sebagai Badan Usaha Milik Negara tidak hanya sebatas fungsi intermediasi keuangan saja, namun juga mempunyai fungsi pemberdayaan UMKM agar mampu menjadi motor penggerak perekonomian,” kata Catur nasional internasional.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan