Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Bulan Literasi Kripto 2024: Ajang Berkumpulnya Para Ahli Kripto dan Regulator di Indonesia

13
×

Bulan Literasi Kripto 2024: Ajang Berkumpulnya Para Ahli Kripto dan Regulator di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta – Asosiasi Pedagang Blockchain dan Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI) dengan dukungan Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah menyelenggarakan Bulan Literasi Kripto (BLK) yang akan berlangsung. dari tanggal 2-30 Mei 2024.

Mengusung tema “Exploring Crypto for Tomorrow’s Landscape”, BLK 2024 bertujuan untuk membangun pemahaman yang kuat dan memastikan investasi aman dan sehat untuk berinvestasi, serta mendorong potensi teknologi di Indonesia.

“Jangan jadikan acara Bulan Literasi Kripto sebulan penuh. “Lebih dari sepuluh ribu orang mengikuti acara ini di berbagai kota,” kata Sekretaris Jenderal Aspakrindo-ABI, Malikulkusno Utomo, Jumat (31/5/2024).

Ia berharap acara ini dapat membuka lebih banyak kesadaran bagi mereka yang tertarik berinvestasi aset kripto di Indonesia.

BLK 2024 dibuka dengan serangkaian keynote talk dengan pakar industri kripto dan regulator di Indonesia.

Mitra pemerintah turut hadir dalam acara tersebut seperti Departemen Pengelolaan Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Ekonomi), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Reserse Kriminal Republik. Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri), serta organisasi independen seperti Crypto Exchange Nusantara (CFX), Kliring Komoditi Indonesia (KKI), Indonesia Coin Custodian (ICC), Depository Tennet, dan berbagai media kripto nasional, serta 65. anggota grup.

“Crypto Reading Month 2024 yang dilaksanakan selama sebulan penuh diharapkan mampu mengembangkan industri kripto di Indonesia,” ujar Presiden Bappebti, Kasan pada acara pembukaan BLK 2024.

“BLK akan memperkuat kemitraan kami sebagai regulator dan terus menjangkau masyarakat luas serta mendorong pertumbuhan bisnis kripto di Indonesia,” ujarnya.

 

Pameran digelar pada 6 Mei hingga 29 Mei di sembilan kota yakni Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Medan, Bali, dan Balikpapan.

Demonstrasi masing-masing metode berhasil menarik antusias peserta komunitas kripto lokal, jumlah pendaftaran mencapai 300 peserta per negara.

Tokoh-tokoh penting industri kripto Indonesia seperti Sekretaris Bappebti Olvy Andrianita dan para pendidik kripto seperti Angga Andinata berpartisipasi sebagai panelis, mengajak peserta untuk berdiskusi tentang topik mendalam terkait kripto, masa depan uang berbasis blockchain, dan investasi kripto anti-FOMO.

Usai road show, BLK menggelar acara penutupan yang juga menjadi puncak acara BLK 2024. Acara penutupan dijadwalkan untuk umum pada tanggal 30 Mei 2024 di Sky Menara Imperium.

Pada acara penutupan, diadakan keynote session bertajuk “Memberikan Generasi Baru Melalui Investasi Kripto” yang menampilkan public figure yaitu Brandon Salim, Andy Senjaya (full-time marketer dan content kreator), perusahaan C-Level (Indodax dan Triv).

 

Acara tersebut juga dihadiri oleh instansi pemerintah, seperti Departemen Manajemen Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Selain itu juga didukung oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), sedangkan kelompok tersebut merupakan anggota khusus (ALB) KADIN.

Selain hadirnya Independent Regulatory Organization (SRO) aset kripto yaitu CFX Exchange, KKI, ICC, dan partner group yaitu Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH).

Pada acara penutupan, Sekretaris Bappebti Olvy Andrianita mengatakan BLK 2024 dapat memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat tentang bisnis kripto.

“Meskipun BLK ditutup, namun booming aset kripto belum berakhir dan akan terus didorong,” ujarnya.

Olvy juga mengingatkan bahwa pada dasarnya perdagangan aset kripto bersifat ‘berisiko tinggi’ sehingga masyarakat memahami proses perdagangannya.

“Pilihlah nasabah yang terdaftar di Bappebti, menggunakan dana lain, bertransaksi dengan koin yang ditentukan Bappebti, melakukan riset pendahuluan dan memahami dokumen kontrak serta risiko yang timbul, namun tidak percaya dengan jaminan keuntungan yang dibayarkan/bernilai besar. , ”dia menyarankan. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *