Portal Berita Tegal
Beranda Lifestyle Cerita Rombongan Turis Indonesia Menginap di Hotel Vietnam Mirip Rusun Film Pengabdi Setan 2: Liburan Berasa Uji Nyali

Cerita Rombongan Turis Indonesia Menginap di Hotel Vietnam Mirip Rusun Film Pengabdi Setan 2: Liburan Berasa Uji Nyali

Detik Tegal, Jakarta – Liburan itu seperti ujian keberanian, jelas pemilik akun TikTok @ciknannnnn tentang dirinya dan tiga turis Indonesia lainnya yang berlibur di Hanoi, Vietnam. 31 Januari 2024 yang kini sedang viral.

Ia mengatakan, penampakan hotel tempat mereka menyewa kamar sangat berbeda dengan gambar dan kenyataan. “Kami menyebutnya ‘Hotel Kematian’,” tulisnya, membandingkan gambar hotel tersebut dengan hotel di Kesetiaan Setan 2.

Selain itu, katanya, apartemen tersebut tidak dilengkapi lift, hanya tangga. Bayangkan harus membawa koper dengan berat sekitar 30 kilogram menaiki tangga menuju lantai lima, ujarnya.

Sementara dua pria menjaga lobi, dua lainnya pergi untuk memeriksa kamar, karena check-in hotel di sini dilakukan secara mandiri, tanpa bantuan operator, katanya. “Saat mendarat, keduanya (yang baru saja keluar kamar) langsung kesal dan menyuruh kami segera mengeluarkan tas dan pergi.”

Mereka mengatakan mereka menemukan “noda darah” dalam perjalanan ke kamar. Mereka akhirnya pindah karena “tidak ingin tidur di sana selama satu jam” dan berakhir di dua apartemen di lantai berbeda dengan dua orang tidur dalam satu kamar.

Di tempat baru, mereka awalnya merasa bahagia, namun seiring berjalannya waktu, menurutnya, mereka semua mengalami “hal-hal yang tidak menyenangkan”. Pertama, dua orang mendengar suara dua orang sahabat berbicara dan tertawa dalam bahasa Indonesia.

“Saya pikir mereka mengetuk kamar karena kami punya waktu untuk pergi. Kami menunggu, tapi sepertinya tidak ada yang mengetuk,” tulisnya menggambarkan pengalamannya berlibur di Vietnam.

Videografer melanjutkan bagian kedua dari cerita horornya, mengatakan bahwa mereka mengalami serangkaian “bencana” karena mendengar orang mengetuk kamar sebanyak tiga kali. Akhirnya jam 6 (pagi) kami berangkat ke tempat untuk naik bus ke Sapa, ujarnya.

Namun ternyata drama kamar hotel mereka tidak berhenti sampai di situ. Setelah kembali ke Hanoi dari Sapa, dia mengaku “disesatkan” saat memesan hotel. Hotel kami sudah dipindahkan ke cabang di kota lain, katanya.

Karena mereka harus menunggu hotel untuk membawa mereka kembali ke Hanoi, mereka tinggal di sana selama sekitar dua jam. Porter juga mengaku pergi ke kamar mandi dan melihat kaki pucat di dalam pintu, namun ketika dia membuka pintu lebar-lebar, tidak menemukannya.

Takut kebodohan, dia minta dipindahkan, tidak mendapat kamar di sana setelah renovasi. Di hotel terakhir yang menampung empat orang dalam satu kamar, rombongan wisatawan Indonesia ini akhirnya bisa bermalam dengan tenang.

“Meski punya cerita kelam, Vietnam patut untuk dilihat, kawan,” ujarnya.

Bukan cerita serius, tapi kasus lain pertama kali datang dari seorang turis Indonesia yang membayar denda Rp 50 juta di bandara Melbourne, Australia. Dalam pernyataan yang kemudian dirilis, dia memperingatkan sesama pelancong untuk “membaca dengan cermat” formulir deklarasi sebelum melewati imigrasi Kanguru.

Melalui postingan akun Tiktok @Mamaksven, ia berbagi pengalamannya saat berlibur bersama keluarganya di Australia. Ide solusinya bikin pusing, tulisnya pada caption lampiran yang viral pada 29 Januari 2024.

Ia memulai ceritanya dengan menulis: “Jadi ceritanya waktu saya di pesawat Jakarta-Melbourne, anak saya tidak sempat makan di pesawat karena tidur semalaman. tapi taruh di bawah stroller karena takut kelaparan.

“Kami sampai di bandara Melbourne dan antri untuk perjalanan. Kami dengan bijak menandai “tidak” di kolom formulir pernyataan: apakah Anda membawa unggas, daging, telur, ikan? Kami rasa tidak perlu karena ada makanan di sana. pesawat..itu dilakukan karena diuji dengan aman, tapi itu tidak mengherankan.”

“Saat kami melewati transit, anjing polisi mengendus trailer kami dan menemukan makanan dari pesawat Garuda berupa sosis dan sayur-sayuran. Rasanya kepala saya mau meledak,” akunya.

Lalu turis Indonesia itu mencoba berkata “tiba-tiba dan bodoh”. Untung akhirnya diberi peringatan, tapi tercatat di sistem. “Jika kami ke Australia lagi dan melakukan kesalahan pada formulir deklarasi, kami harus membayar denda sebesar 50 juta,” ujarnya. “Terima kasih sampai aku menangis.”

Terakhir, ia juga berpesan kepada para imigran yang mendarat di Australia bahwa mereka harus menyatakan jika mereka mengonsumsi daging, ikan, telur, dan produk susu. Secara umum, ia mengingatkan bahwa semua tas yang diminta di atas kertas harus dinyatakan dengan benar.

Video tersebut tentu mendapat tinjauan yang beragam. Ada pula yang mengatakan bahwa mereka pernah mengalami situasi seperti itu. “Saya membawa selai sekali pakai,” kata salah satu TikToker, dan yang lain menulis, “Saya menjawab ya, meskipun saya menyatakan minyak kayu putih sebagai obat 😭 itu lebih baik menguji daripada menghukum dan membenarkan.” nol.”

Yang lain mengatakan bukan hanya makanan dan minuman yang dilarang oleh petugas imigrasi. “Sumpah, aku disuruh melepas ‘sepatu kotor’ dan memeriksa meja dan melihatnya terlalu lama sehingga sulit untuk dikendarai. Dia takut akan ada ‘hati’,” kata salah satu dari mereka. Warganet.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan