Portal Berita Tegal
Beranda Edukasi Dibela Siswa dan Wali Murid Usai Dipecat Kepala Sekolah Pungli PPDB, Ini Kata Pak Reza

Dibela Siswa dan Wali Murid Usai Dipecat Kepala Sekolah Pungli PPDB, Ini Kata Pak Reza

BOGOR – Muhammad Reza Hernanda (27 tahun), guru SD Negeri 1 SBR Kota Bogor yang disegani, menerima surat pengunduran diri kepala sekolah yang viral di media sosial. Reza diduga mendapat surat pemberhentian sepihak setelah dijenguk Bima Arya saat penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Reza mengungkapkan perasaannya kepada wartawan saat dibela oleh sejumlah besar siswa dan orang tua yang berkumpul di sekolahnya. Mereka bilang Reza tidak boleh dipecat.

“Biasa banget, tidak diminta pihak manapun, wajar saja dari hati nurani orang tua dan anak,” kata Reza.

Akibat kejadian tersebut, Reza berharap sekolah tidak takut menyuarakan kebenaran di dunia pendidikan. “Iya, semoga kejadian seperti ini bisa memberikan keberanian kepada sekolah lain untuk membela kebenaran dan apa yang harusnya jelas, sejelas-jelasnya,” ujarnya.

Reza sendiri mendapat surat pengusiran pada 12 September 2023 dengan tanda tangan CEO SDN Cibeureum 1 Kota Bogor Nopi Yeni. Surat pemecatan Reza viral di media sosial. Reza dikatakan tidak memiliki loyalitas atau kepatuhan kepada Perdana Menteri:

1. Pengambilalihan data WhatsApp pribadi kepala sekolah secara tidak sah sehingga menimbulkan konflik internal antara kepala sekolah dan guru.

2. Kesetiaan, integritas dan ketaatan kepada pimpinan bukanlah nilai (kebijakan sekolah).

Oleh karena itu, sebagai Kepala Sekolah, saya memutuskan untuk memberhentikan orang-orang tersebut di atas untuk bekerja sebagai guru kelas yang berlaku mulai tanggal 13 September 2023.

Saya tidak tahu apa reaksi kepala sekolah. Karena pada Selasa lalu, 12 September 2023, saya diberhentikan secara tiba-tiba dan sepihak tanpa peringatan, tanpa pertimbangan atau diskusi. “Dan tidak ada integritas dan tidak ada ketaatan pada prinsip,” kata Reza.

Terkait penyaluran biaya kepala sekolah, terdapat kelebihan siswa pada saat penutupan PPDB

Itu rinciannya, sekolah kita punya 112 siswa PPDB, tapi setelah PPDB berakhir, jumlah itu membludak menjadi 117 calon siswa yang diterima di luar proses, kata Reza.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengunjungi sekolah yang ramai aksi unjuk rasa tersebut. Pendapatan Asuransi menjelaskan, surat prinsipal terkait pemecatan Reza batal karena prinsipal dipecat. Mendengar perkataan Bima Arya, siswa dan orang tua pun menyambutnya. Reza mengatakan, berdasarkan surat perintah Dinas Pendidikan dengan tembusan Wali Kota Bogor, dirinya menjadi petugas honorer di sekolah tersebut selama 4 tahun.

“Saya akan melayani anak-anak karena tugas saya khusus melayani anak-anak. Bahkan, jika anak-anak membutuhkan saya, saya pasti akan memenuhi keinginan anak-anak,” kata Reza.

Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini Generasi Z diharapkan menjadi pemilih yang rasional pada Pilpres 2024 Penting untuk berpikir matang sebelum memberikan suara pada pemilu presiden Namun pihak lain tidak bisa ikut campur terhadap keputusan yang diambil Detik Tegal.co.id 8 Februari 2024

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan