Portal Berita Tegal
Beranda Edukasi Fakta-fakta Tentang MPLS, Apa Bedanya dengan MOS?

Fakta-fakta Tentang MPLS, Apa Bedanya dengan MOS?

JAKARTA – Usai libur, mahasiswa akan kembali mengikuti program akademik. Sebelumnya, siswa baru akan menjalani masa orientasi di lingkungan sekolah (MPLS). Apa itu MPLS?

Sesi Orientasi Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan program pertama setelah masuk sekolah yang ditujukan untuk orientasi dan orientasi siswa. Awalnya pekerjaan ini dikenal dengan nama MOS atau organisasi kemahasiswaan waktu. Perbedaan dari MOS

Prinsip kerja MPLS diatur dalam Undang-Undang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016. Salah satu hal terkait MPLS berdasarkan undang-undang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah pelaksanaannya. hukum. MOS mana yang menimbulkan kebingungan bagi mahasiswa baru.

Hal di atas berarti program MOS dihentikan secara bertahap dengan memperkenalkan lingkungan sekolah dan siswa baru dan digantikan dengan MPLS. Berikut perbedaan MPLS dan MOS.1. Guru memimpin fasilitator

Dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan disebutkan bahwa koordinator MPLS adalah guru. Tujuannya agar proses induksi tidak menjadi ajang perundungan terhadap mahasiswa baru.

Berbeda dengan program MOS yang diselenggarakan atau diselenggarakan oleh siswa SMA atau orang dewasa. Setiap sekolah wajib menunjuk minimal 2 orang guru untuk memfasilitasi kelas MPLS.

Kehadiran guru sebagai koordinator MPLS diharapkan mampu mendobrak budaya “lama” perundungan atau kekerasan yang sering terjadi antara orang tua dan remaja. 2. Seragam sekolah biasa dan identitasnya

Ketika siswa dipaksa menggunakan MOS baru, mereka dapat menggunakan tipe yang berbeda. Fitur ini seringkali tidak hanya sulit ditemukan, tetapi juga membuat siswa frustasi saat menggunakannya.

Misalnya dengan menggunakan tas yang terbuat dari kantong tepung terigu, bagi wanita rambutnya diikat dengan kepang dan pita 5 warna dan lain-lain.

Undang-undang MPLS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatur bahwa siswa baru mengenakan seragam sekolah resmi dan tanda pengenal. 3. Kelas ini diadakan di sekolah

Kelas MPLS diadakan di sekitar sekolah pada tanggal yang telah ditentukan, yaitu selama 3 hari pada minggu pertama tahun ajaran baru. Acara ini berlangsung pada hari dan jam sekolah. Berbeda dengan kelas MOS yang biasanya waktu MOS diperpanjang pada siang hari. 4. Kegiatan pendidikan

Program MOS sering digunakan dalam kasus pelecehan, kekerasan atau pelecehan. Ada banyak hukuman atau latihan yang mengarah pada penganiayaan dan tidak bersifat mendidik.

Kami berharap melalui program MPLS, pemahaman ini akan mengubah arah program pendidikan yang dipimpin oleh guru-guru sekolah setempat. 5. MPLS berbayar

Komisi MPLS dilarang mengenakan biaya wajib. Sebaliknya, MOS sering terjadi ketika senior atau sesepuh memaksa mahasiswa baru untuk mengeluarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan anggaran yang seharusnya dikeluarkan oleh mahasiswa baru.

Tujuan dilaksanakannya program MPLS ini antara lain:

– Memahami potensi mahasiswa baru. – Membantu siswa beradaptasi dengan sekolah dan lingkungannya. – Mengembangkan motivasi, semangat dan metode belajar yang efektif sebagai mahasiswa baru. – Meningkatkan hubungan baik antar siswa dengan warga sekolah lainnya. – Promosikan perilaku yang baik. 4 Fakta Meninggalnya Mahasiswa Indonesia Alifia Soeryo yang Terjatuh di Bawah Pohon di Australia Kecelakaan mengenaskan menimpa mahasiswa Indonesia Alifia Soeryo yang sedang kuliah di Australia. Pada Rabu, 7 Februari 2024, Alifia meninggal dunia. Detik Tegal.co.id 12 Februari 2024

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan