Scroll untuk baca artikel
Edukasi

Info Beasiswa dari Australia untuk Pelajar Indonesia, ini Penjelasannya

26
×

Info Beasiswa dari Australia untuk Pelajar Indonesia, ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Australia merencanakan 20 program beasiswa untuk Indonesia Timur pada tahun 2024 untuk mempererat hubungan pemerintah Indonesia dan Australia.

Konsul Jenderal Australia Todd Dias mengatakan, sebagai Konjen Australia selalu mencari peluang bagi masyarakat Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Selatan, untuk mendapatkan beasiswa atau kursus singkat di Australia.

“Tahun lalu ada 10 short course, tahun ini ada 20 course, saya umumkan setiap ada short course di media sosial dan saya keliling kampus-kampus sekolah untuk mengajar masyarakat ada pelajar dan saya ingin banyak alumni Australia di sini. ,” kata Dias pada acara silaturahmi alumni Australia di Kota Makassar, Sabtu.

Bagi Dias, pihaknya juga mendorong mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mendukung studi Magister dan Doktor melalui Australian Alumni Association (IKAMA).

“Saya sendiri adalah pelajar pertukaran Indonesia dan Australia dan saya jatuh cinta dengan Indonesia. Saya berharap mereka (mantan pelajar) juga merasakan hal yang sama,” ujarnya.

Proyek ini merupakan bagian dari komunikasi di Makassar dalam rangka perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Australia. Ratusan alumni Australia, perwakilan perusahaan Australia, dan komunitas anak muda peminat Australia berkumpul di Makassar.

Acara networking ini merupakan kesempatan bagi alumni Australia untuk mempromosikan bisnis, karier, dan jalur karier mereka. “Proyek ini juga kami lakukan berdasarkan masukan dari mahasiswa bahwa mereka sangat ingin bisa berpartisipasi,” ujarnya.

Tahun ini merupakan hari jadi terjalinnya hubungan baik antara Indonesia dan Australia. Australia memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Setelah mendeklarasikan kemerdekaan pada tahun 1945, diperlukan waktu empat tahun perundingan sebelum Belanda melepaskan kendali atas Indonesia.

Perayaan tahun ini terjadi satu tahun setelah peringatan 70 tahun beasiswa di Australia. Program ini dimulai pada tahun 1953 dan merupakan program beasiswa tertua di Indonesia, dengan lebih dari 200.000 alumni di Indonesia.

Selama lebih dari tujuh dekade, Australia telah bermitra dengan Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia, menanggapi prioritas pembangunan ekonomi dan sosial, dan menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Australia.

“Makassar memiliki sejarah panjang hubungan dengan Australia sejak berabad-abad yang lalu, mulai dari perdagangan masyarakat Sulawesi yang mencari teripang di Australia dan masyarakat adat di Australia bagian utara,” ujarnya.

Kali ini, Presiden IKAMA Profesor Jamaluddin Jompa menyampaikan bahwa Australia merupakan negara yang peduli terhadap pendidikan, melalui berbagai beasiswa yang ditawarkan.

Bagi Rektor Universitas Hasanuddin, Australia sebagai negara berkembang yang dekat dengan Indonesia merupakan suatu berkah bagi Unhas karena memberikan peluang beasiswa.

Profesor JJ sapaan akrabnya mengatakan, “Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah menjaga hubungan baik kedua negara dan mendekatkan Indonesia dan Australia.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *