Portal Berita Tegal
Beranda Lifestyle Kesalahan Fatal Usai Melahirkan Jadi Penyebab Ibu Sulit Produksi ASI

Kesalahan Fatal Usai Melahirkan Jadi Penyebab Ibu Sulit Produksi ASI

JAKARTA – Air Susu Kakak (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi. Kandungan nutrisi pada ASI membantu tumbuh kembang bayi.

Mulai dari vitamin, protein, lemak, karbohidrat dan berbagai mineral penting. Selain itu, pemberian kolostrum atau ASI yang keluar pertama kali setelah melahirkan juga kaya akan nutrisi dan antibodi untuk melindungi bayi dari infeksi.

Tak hanya bagi bayi, pemberian ASI eksklusif juga memberikan banyak manfaat bagi ibu, mulai dari menurunkan risiko kanker hingga menurunkan insulin bagi ibu menyusui yang menderita diabetes.

Namun sayangnya, banyak ibu yang tergoda untuk menggunakan susu formula saat bayinya lahir. Salah satu penyebabnya adalah ASI mereka kurang sehingga produksi ASInya mengering.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Ikatan Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Nia Umar mengungkap penyebab rendahnya produksi ASI.

“Sering kali ASI ibu tidak cukup dirasakan karena ada kebiasaan yang salah di hari pertama kelahirannya. Di hari pertama juga salah karena ada upaya sistematis dan tidak langsung untuk mencegahnya,” ujarnya dalam sebuah pernyataan. konferensi virtual, Kamis 21 Desember 2023.

Ia menambahkan, “Misalnya ibu memisahkan bayi di lantai 4 dan anak di lantai 2 padahal sehat, tidak perlu dipisahkan. Ini cara-cara yang membuat produksi ASI tidak maksimal,” ujarnya. ditambahkan.

Selain itu, belum ada penasihat menyusui yang mendampingi ibu pada awal proses menyusui pada hari-hari pertama menyusui setelah melahirkan. Padahal, katanya, beberapa hari pertama sangat penting untuk menyusui.

Selain itu, ibu yang kembali bekerja juga dapat menurunkan produksi ASI. Saat ibu kembali bekerja memompa menyebabkan pengosongan payudara kurang optimal sehingga ASI menjadi lebih sedikit.

Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Masyarakat, DR Dr Tan Shot Yen, M.Hum mengungkapkan, penggunaan susu formula hanya berdasarkan indikasi medis untuk ibu dan bayinya.

Syarat ibu yang boleh memberikan susu formula pada anaknya adalah ibu dengan riwayat HIV yang sedang sakit parah.

“Ibunya punya obat yang mendeteksi metabolisme ASI sehingga anaknya tidak bisa diberikan ASI. Bukan karena ibunya bekerja (makanya diberi ASI). Tapi oleh ibu yang menderita hepatitis berat. Hepatitis sebenarnya bukan alasan ibu tidak memberikan ASI,” ujarnya.

Sedangkan untuk kondisi medis, bayi yang diberi susu formula merupakan bayi dengan galaktosemia klasik. Bayi dengan infeksi saluran kemih berbau seperti sirup maple atau urine sirup maple. bayi lahir dengan berat badan kurang dari 1.500 gram. Hamil di usia 35 ke atas berbahaya, jelas dokter efeknya. Wanita yang sudah menikah dan ibu hamil di atas usia 35 tahun mempunyai risiko, salah satunya terkait dengan risiko mengganggu tumbuh kembang bayi. Apakah itu benar? Ayo, gulir untuk mengetahui lebih lanjut. Detik Tegal.co.id 7 Februari 2024

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan