Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Migrain Rentan Terjadi di Usia 20-30an, Dokter Sebut Tidak Dapat Disembuhkan

11
×

Migrain Rentan Terjadi di Usia 20-30an, Dokter Sebut Tidak Dapat Disembuhkan

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta – Migrain adalah sakit kepala yang berdenyut dan hebat. Menurut Andre, dokter saraf RS Pondok Indah Jakarta, migrain biasanya terjadi pada usia 20-an dan 30-an, dengan puncaknya pada usia 30-an.

“Seiring bertambahnya usia, kejadiannya menurun,” jelas Andre.

Namun, sejumlah kecil anak bisa terkena migrain. Hal ini sering kali disebabkan oleh faktor genetik, karena salah satu orang tuanya menderita migrain.

Andre juga mengatakan, migrain lebih sering terjadi pada wanita. Perubahan hormonal menjadi faktor penyebab sakit kepala pada wanita.  Migrain tidak bisa disembuhkan 100 persen

Seorang penderita migrain tidak pernah sembuh total.

“Sejauh ini belum ada obat atau obat yang bisa menyembuhkan migrain secara 100 persen,” kata Andre.

Meski tidak bisa disembuhkan, sakit kepala ini bisa diatasi. Artinya, ada cara mencegah migrain kambuh atau kambuh lagi yang disebutkan Andre.

Bagi orang yang mengalami migrain lebih dari 15 kali dalam sebulan, hal ini memerlukan perhatian medis. Jika Anda rutin meminum obat yang diresepkan dokter, maka akan banyak membantu dalam mencegah penyakit tersebut.

Sekarang pastikan Anda mengetahui penyebab migrain Anda untuk mencegahnya terulang kembali. Setiap orang punya kepekaan yang berbeda-beda, kata Andre.

“Ada orang yang sensitif terhadap coklat, lalu ada pula yang terpapar pada massa. Ini sangat individual, tapi bisa dikendalikan dengan baik dengan pengobatan dan kesadaran motivasi,” kata Andre dalam wawancara media online beberapa waktu lalu.

Andre membeberkan tiga makanan pemicu migrain yang paling umum:

1. Coklat

Banyak orang menyukainya, tapi ini adalah penyebab paling umum dari migrain. Karena coklat mengandung kakao. Jika ingin mengurangi angka kejadian, kata Andre, mengonsumsi dark chocolate dianjurkan.

2. Keju

Bagi yang menderita migrain pasca makan, periksa apakah makanan pembukanya mengandung keju? Menurut Andre, keju bisa menyebabkan migrain karena senyawa yang dikandungnya terkait dengan migrain.

3. MSG atau Vetsin

“Penggunaan MSG dapat meningkatkan frekuensi migrain karena senyawa yang dikandungnya,” kata Andre.

Soal ada segelintir orang yang mengklaim tepung menyebabkan migrain, Andre mengatakan alasannya karena penambahan MSG pada makanan tepung membuat makanan menjadi lebih manis.

Andre juga menemukan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang memicu migrain yang mungkin berbeda dari faktor lainnya. Diantaranya adalah kurang minum air putih.

“Banyak orang tidak menyadarinya, mereka kurang minum air putih,” kata Andre kepada RSPI pada bulan Juni saat Bulan Peduli Migrain.

Penyebab migrain lainnya meliputi:

– Kurang istirahat

– Cahaya terang

– Tempat yang penuh dengan orang

 

Saat Anda menderita migrain, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi sakit kepala yang tidak menyenangkan tersebut. Seperti yang dikatakan Andre, dimulai dengan mencukupi kebutuhan cairan hingga istirahat.

1. Gunakan air

2. Makan alpukat, buah ini kaya akan antioksidan yang membantu menghentikan proses penyebab sakit kepala.

3. Perbanyak makan sayur dan buah. Kedua makanan ini kaya akan mineral dan vitamin, termasuk B2, yang membantu mengurangi jumlah migrain yang berulang.

4. Makanlah ikan yang kaya antioksidan seperti salmon untuk mencegah kekambuhan.

5. Kelola stres dengan baik

6. Istirahat yang cukup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *