Portal Berita Tegal
Beranda Bisnis Pamasok KRL Baru Indonesia dari China Ternyata Produsen Kereta Cepat Whoosh

Pamasok KRL Baru Indonesia dari China Ternyata Produsen Kereta Cepat Whoosh

Detik Tegal, Jakarta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter resmi memperkenalkan KRL baru asal China. CRRC Sifang Co., Ltd. adalah pemasok KRL Indonesia.

CRRC Sifang merupakan supplier rangkaian kereta yang digunakan pada kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Artinya, ada sinergi antara 2 jenis kereta api yang disediakan perusahaan asal China tersebut.

GM Corporation Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Eva Chairunisa mengatakan meski memiliki kesamaan pemasok, namun proses pengadaannya dilakukan secara profesional. Hal ini menegaskan bahwa KCIC, orang pertama yang bekerja sama dengan CRRC Sifang, tidak ada hubungannya. Jadi kita datangkan CR-400-AF China seri terbaru yang merupakan teknologi modern untuk memproduksi kereta kecepatan tinggi, khusus untuk fasilitas. Sekarang soal pesanan. Yang lain (operator) karena beda manajemen. Itu kemampuan kami ( berkomentar), kata Eva di Stasiun KCIC Halim Jakarta, Sabtu (10/2/2024).

Potensi akuisisi KAI Commuter oleh pihak lain akan memicu beberapa pertimbangan, katanya. Pertimbangan ini mengarah pada proses tender yang berkelanjutan.

“Kami melihat, patut dipertimbangkan semua pihak yang menggunakan moda transportasi ini, mulai dari operator a, b, c. Dari pihak kami, semua kereta berkecepatan tinggi saat itu menggunakan CR-400-AF produk China berkecepatan tinggi. tempat produksi yang sama, ada operator lain, Tentu saja kami punya pendapat sendiri dan kami tidak bisa berkomentar.

Eva mengatakan, pembelian setiap perangkat melalui prosedur yang sesuai. Hal ini termasuk mengidentifikasi produsen fasilitas industri kereta api. Setelah itu, pengadaan diawasi oleh pihak terkait termasuk kementerian dan lembaga.

“Kalau memesan dari negara a, b, c, d harus ada pertimbangan apa yang dilakukan masing-masing operator, jadi prosedur yang dilakukan harus GCG (Good Corporate Governance), karena setiap proses impor harus diawasi semua kementerian,” dia dikatakan. .

“Harus kita lakukan sesuai prosedur dan aturan yang sudah ditetapkan. Jadi tidak ada salahnya (KAI Commuter mengimpor KRL) karena ada manajemen yang berbeda.”

Sebelumnya, keputusan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengimpor tiga kereta listrik (KRL) baru dari China menuai kontroversi.

Bahkan, berbagai sumber menyebut langkah KCI dipicu ancaman China yang akan menghentikan pemberian pinjaman untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Sedangkan harga pembelian ketiga seri KRL yang diimpor dari China berkisar Rp 783 miliar.

Impor KRL baru Indonesia dari China dibandingkan Jepang disebabkan China akan mempertahankan pinjaman untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), menurut CNN. tulis X (Twitter) pada Selasa (6/5/2024) dengan mengacu pada @kabarpenumpang.

Bagaimana tanggapan PT KCI?

Wakil Presiden Sekretaris Perusahaan KCI Anne Purba, CRRC Sifang Co., Ltd. menolak laporan ancaman pembekuan pinjaman China untuk proyek KCJB akibat impor tiga seri KRL baru yang diproduksi oleh

Ann mengatakan, proses pengadaan impor tiga seri KRL baru asal China tersebut dilakukan sesuai aturan terkait tanpa ada pengaruh pihak manapun.

“Tidak ada yang bisa dilakukan, sama sekali tidak ada yang bisa dilakukan. Pengadaan, prosesnya benar-benar pengadaan. Tidak ada yang punya pengaruh,” kata Ann dalam konferensi pers di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (6/). 2)

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (DBKP) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyatakan turut terlibat dalam proses pengadaan tiga seri KRL baru yang diimpor dari China tersebut. Intervensi instansi pemerintah tersebut untuk memastikan proses pengadaan yang dilakukan PT KCI sesuai prosedur terkait.

Makanya selalu BPKP, LKPP jadi harus bandingkan dengan proses pembelian, tidak ada saran dari siapa pun, pungkas Ann.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan