Portal Berita Tegal
Beranda Kesehatan Pemahaman Orang Tua Terkait Nutrisi Jadi Kunci Cegah Stunting pada Anak

Pemahaman Orang Tua Terkait Nutrisi Jadi Kunci Cegah Stunting pada Anak

Detik Tegal, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya orang tua dan keluarga memahami makanan untuk mencegah terganggunya tumbuh kembang anak akibat kekurangan atau gangguan gizi jangka panjang pada anak. Pencegahan stroke dimulai dari pemahaman orang tua dan keluarga tentang pentingnya gizi, sehingga dapat membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi agar terhindar dari penyakit stroke, kata Budi saat membuka program edukasi gizi secara daring di Jakarta, Selasa (6./2/ 2024).

Budi mengatakan, empat dari sepuluh anak di Indonesia usia 6 hingga 24 tahun tidak mendapatkan Makanan Tambahan Air Susu Ibu (MPASI) sebagai kebutuhan nutrisi dan gizinya.

Menurutnya, hal tersebut berdampak pada peningkatan risiko keterlambatan pada anak usia dua tahun. Untuk itu, pendidikan menjadi salah satu kunci penurunan risiko keterbelakangan anak di Indonesia.

“Edukasi dan penyuluhan harus terus diperkuat melalui kerja sama berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wahidin mengatakan pemerintah berupaya menekan laju penurunan hingga 14 persen pada tahun 2024.

“Upaya kolaboratif ini Pentahelix, bukan hanya dari pemerintah. Tujuan bersama agar tingkat intervensi tidak melebihi 14 persen pada tahun ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, BKKBN berupaya menekan angka keterlambatan melalui tiga prioritas, antara lain dimulai dari calon pengantin, pendampingan ibu hamil, dan gizi baik pada 1000 hari pertama kehidupan. Lebih lanjut Wahidin menjelaskan, pada tahap awal pernikahan, calon harus memastikan dirinya dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

“Tiga bulan sebelum pernikahan harus dicek dan dipastikan dalam keadaan sehat, tidak ada pendarahan atau apa pun, sehingga saat melahirkan sehat,” ujarnya.

Kemudian, bantu ibu hamil untuk mendapatkan makanan yang baik, cukup dan bervariasi. Di sisi lain, para orang tua dihimbau untuk meningkatkan pengetahuannya tentang gizi agar dapat memiliki pola makan yang lengkap.

Selain itu, 1000 hari pertama kehidupan anak merupakan masa emas pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun mental. Sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun, orang tua diharapkan memberikan makanan yang sehat dan seimbang.

“Gizi yang baik, jenis makanannya berbeda-beda. Semua itu harus terarah dan tidak berlebihan, agar tidak terhindar dari keterlambatan bahkan obesitas,” kata Wahidin.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan