Portal Berita Tegal
Beranda Bisnis Pos Indonesia Dapat Tugas Khusus dari Menkominfo, Ini Rinciannya

Pos Indonesia Dapat Tugas Khusus dari Menkominfo, Ini Rinciannya

Detik Tegal, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjuk PT Pos Indonesia (Persero) sebagai penyelenggara layanan pos lainnya. Mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 3 Tahun 2023, Pos Indonesia akan berperan dalam pendistribusian layanan logistik dan jaminan standar kualitas pengiriman.

Di sisi lain, logistik BUMN ini juga berpeluang mampu menjangkau zona 3T (seimbang, perbatasan, terjauh). Perusahaan logistik pelat merah ini juga diminta memberikan layanan pos universal ke 2.400 kecamatan dan mendukung pengiriman jasa kurir dan logistik kepada pemerintah.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arieh Setiadi mengatakan, bekerja sama dengan pemerintah, Pos Indonesia berperan dalam pendistribusian vaksin Covid-19 di Cadangan Bantuan Sosial (Bansos), gedung Pusat Logistik Kepulauan. IKN, serta distribusi pemilu. logistik.

“Pos Indonesia telah mencapai standar mulai dari ketersediaan toko, cakupan layanan, hingga manajemen risiko. Kami berharap semua instansi dapat mengambil manfaat dari hal ini untuk memperkuat diri,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie. Keterangan Tertulis, Kamis (8/2/2024).

Pos Indonesia, lanjut Budi, merupakan layanan pengiriman terintegrasi dengan jangkauan luas. Pos Indonesia juga berkontribusi terhadap peningkatan belanja logistik nasional relatif terhadap produk domestik bruto (PDB). Oleh karena itu, biaya logistik ditargetkan mencapai 9 persen PDB pada tahun 2045.

Direktur Indonesia Post Faisal Rochmad Jomadi menambahkan, pihaknya akan menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya sebagai penyelenggara layanan pos. Membantu UMKM

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 3 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Jabatan Kedinasan Lainnya atau Penyelenggaraan Jabatan Berdasarkan Kepentingan Negara. Peraturan ini diterbitkan untuk mendorong penguatan ekosistem digital di Indonesia.

Faisal menambahkan, peran Pos Indonesia dalam menggairahkan sektor logistik nasional tidak berhenti sampai disitu saja. Pasalnya, perusahaan melalui cabang-cabangnya berhasil membantu usaha kecil dan menengah untuk mendistribusikan produknya. Selama tahun 2023 tercatat transaksi terutama di pedesaan.

“Kami juga melaporkan bahwa dengan dukungan dan bimbingan Kementerian Komunikasi dan Informatika, terjadi peningkatan transaksi yang signifikan di pedesaan. Kehadiran subunit Layanan Pos Universal ini terbukti membantu masyarakat khususnya UMKM,” kata Faisal.

Sebelumnya, PT Pos Indonesia (Persero) bersama PT Bina Karya (Persero) meluncurkan Nusantara Logistics Hub & Services di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu, 17 Januari 2024.

Sinergi kedua perusahaan yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara lain kerja sama operasional (KSO) jasa kurir dan logistik Nusantara.

Faisal Rochmad Jomadi, CEO Pos Indonesia, mengatakan dengan mendukung proses pembangunan dan menyediakan layanan logistik jangka panjang di nusantara, Pos Indonesia turut berkontribusi dalam terbentuknya kerja sama operasional dengan Bina Kariya.

“KSO ini akan mengembangkan dan memperkuat rantai pasok nasional melalui pembangunan Nusantara Logistics Hub di ibu kota nusantara. Di luar ibu kota nusantara, superhub ini nantinya dapat menjadi penghubung arus perdagangan di kawasan barat Indonesia dan wilayah timur Indonesia,” jelasnya, Rabu (17/1/2024).

Faisal mengklaim Nusantara Logistics Hub merupakan upaya mendukung nusantara menjadi IKN Superhub yang menjadi mesin perekonomian Kalimantan Timur. serta memperkuat rantai nilai domestik di kawasan timur Indonesia.

“Dalam KSO ini, Pos Indonesia salah satu berperan utama sebagai koordinator dalam penyusunan model bisnis dan model operasional pelaksanaan kegiatan logistik di tubuh IKN,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, operasi gabungan ini akan melayani kebutuhan logistik pengangkutan barang-barang pribadi ASN/TNI/POLRI, personel BUMN, dan personel swasta yang transit di kepulauan Indonesia. Juga pengangkutan dokumen dan barang milik Kementerian/Lembaga, BUMN. Juga dukungan logistik bagi pekerja konstruksi Indonesia.

Ia mengatakan, pihaknya ingin menjadi bagian penting dalam proses pengembangan IKN dan memberikan layanan kurir dan logistik kepada masyarakat Indonesia melalui investasi bertahap. dengan total nilai investasi Rp 350 miliar.

Investasi ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur Green Logistics Hub yang didukung teknologi terkini, antara lain robot pengantar dan drone, mesin sortir robotik canggih, serta penggunaan operasional logistik yang menggunakan kendaraan listrik (EV).

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan