Portal Berita Tegal
Beranda Kesehatan Ramai Beredar Daftar Obat Sirup Mengandung Etilen Glikol, Kalbe Buka Suara

Ramai Beredar Daftar Obat Sirup Mengandung Etilen Glikol, Kalbe Buka Suara

Detik Tegal – Otoritas kesehatan baru-baru ini membuat heboh dengan mencabut daftar 29 sirup karena mengandung etilen glikol dan dietilen glikol, zat yang dikaitkan dengan kasus gagal ginjal akut, atau penyakit ginjal akut.

Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia pun membenarkan dan menyatakan daftar yang beredar bukanlah informasi resmi.

Terkait hal ini, banyak obat dan produsen obat juga angkat bicara. Kalbe Farma salah satunya, dengan banyak produk dalam daftar yang beredar sebelumnya.

“Akibat maraknya pemberitaan masyarakat akhir-akhir ini mengenai larangan peredaran atau konsumsi obat bebas dan/atau obat cair/sirup yang dijual bebas, perlu sahabat Kalbe ketahui bahwa produk Kalbe tidak menggunakan bahan etilen glikol dan dietilen glikol sebagai bahan bakunya. bahan bakunya,” tulisnya di Instagram resmi Kalbe.

Selain itu, dalam pernyataannya mereka juga menyatakan akan mematuhi instruksi dan persyaratan Badan POM untuk meninjau kandungan EG dan DEG pada produk Kalbe untuk memastikan aman dikonsumsi masyarakat dan akan terus berkoordinasi dengan Badan POM. Badan POM dan pihak terkait lainnya mendistribusikan obat-obatan, sediaan, sirup sesuai pedoman yang ditetapkan pemerintah.

“Kalbey tetap berkomitmen untuk memberikan obat-obatan kepada Sahabat Kalbay dan pasien yang membutuhkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menginstruksikan seluruh apotek untuk menghentikan sementara penjualan sirup tersebut. Hal ini dilakukan menanggapi dugaan baru-baru ini bahwa penggunaan sirup parasetamol menyebabkan masalah ginjal akut yang misterius pada anak-anak.

Perintah pelarangan penggunaan sirup tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Nomor SR.01.05/III/3461/2022. Dia menjelaskan, apotek untuk sementara dilarang menjual sirup secara bebas kepada masyarakat untuk mengobati penyakit apa pun.

“Seluruh apotek untuk sementara waktu menghentikan penjualan obat-obatan terlarang berupa obat bebas dan/atau sirup kepada masyarakat sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan hukum,” tulis Kementerian Kesehatan Suara. com menerimanya pada Rabu (19 Oktober 2022) SE Kesehatan.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan