Portal Berita Tegal
Beranda Lifestyle Soal Pasien Meninggal Karena COVID-19 Sub Varian JN.1, Begini Kata Kemenkes

Soal Pasien Meninggal Karena COVID-19 Sub Varian JN.1, Begini Kata Kemenkes

BATAM – Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 kembali menyita perhatian usai libur Natal dan Tahun Baru 2024. Apalagi menjelang libur tahun baru, muncul subdivisi baru yaitu JN.1.

Bahkan, beberapa waktu lalu, seorang pasien Covid-19 sub varian JN.1 dikabarkan meninggal dunia di Batam. Siti Nadia Tarmiji, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI angkat bicara mengenai hal tersebut. Gulir untuk informasi lebih lanjut.

City Nadia mengungkapkan, salah satu pasien meninggal di Batam pada 18 Desember 2023 memiliki riwayat penyakit jantung dan pneumonia.

Kematian ini karena penyakit penyerta, bukan karena Covid-19. Kebetulan di usap positif Covid dan subvarian JN.1, jadi bukan karena Covid-19, kata Citi Nadia kepada Detik Tegal, Selasa malam, 26 Desember 2023.

“Jantung dan pneumonia,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada Jumat 22 Desember 2023, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan subvarian JN.1 cukup kuat dalam menangani kasus COVID-19 di Indonesia. Pembagian ini diketahui menyebabkan peningkatan kasus di negara tetangga Singapura. Menkes sendiri memperkirakan bulan Januari akan menjadi puncak kasus sub varian JN.1 di Indonesia.

“Nah kalau kita asumsikan puncaknya kita lihat karena di minggu pertama bulan Desember ada kenaikan 19 sampai 43 persen. Jadi kenaikannya cepat, artinya mendominasi varian yang ada. Pengalaman kita yang lalu, sudah tercapai. 80 persen, lebih dari 80 persen “tercapai,” katanya, Jumat 22 Desember 2023.

“Sekarang kita lihat dari 19 persen jadi 43 persen, itu naik sekitar 20 persen. Kalau kita hitung minggu depan 20 persen lagi, jadi 60, minggu depan 20 persen lagi, sudah 80. Jadi seharusnya puncaknya tercapai pada bulan Januari. ., “tambah menteri kesehatan. .

Menkes mengimbau masyarakat yang hendak mudik atau keluar rumah pada libur Natal dan Tahun Baru 2024, terutama saat menggunakan angkutan umum, untuk menggunakan masker.

“Tidak ada salahnya memakai masker, apalagi kalau kita sedang tidak enak badan, kurang fit, dan melihat tetangga kita batuk. Ya, sebaiknya kita pakai masker,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi COVID-19 di puskesmas atau fasilitas kesehatan.

“Selama vaksinnya masih ada, datanglah ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin tambahan, paling tidak bisa mengurangi keparahannya. Atau misalnya nanti kita kena, bisa mempercepat pemulihannya,” ujarnya. . Seorang ibu hamil meninggal setelah melahirkan, hewan lidah ini jadi biang keladinya. Penelitian ini mengungkap bahwa seorang wanita hamil di Kamerun meninggal secara tragis akibat gigitan ular berbisa hanya beberapa jam setelah melahirkan bayinya. Detik Tegal.co.id 12 Februari 2024

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan