Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

4 Hal yang Bikin Pasien Diabetes Lebih Disarankan untuk Batalkan Puasa Ramadhan, Salah Satunya Tidak Sahur

4
×

4 Hal yang Bikin Pasien Diabetes Lebih Disarankan untuk Batalkan Puasa Ramadhan, Salah Satunya Tidak Sahur

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta – Penderita diabetes bisa berpuasa di bulan Ramadhan jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Penderita diabetes atau kencing manis sebaiknya berpuasa dengan benar dengan menghentikan kebiasaan makan yang buruk jika diperbolehkan.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam RS Ika Bekasi, pola makan yang salah saat berpuasa bisa memperburuk kondisi diabetes. Berikut beberapa hal yang dapat memperburuk kadar gula darah saat puasa: Hindari makan sahur. Berbuka puasa dengan makanan dan minuman manis. Kadar gula darah tidak terkontrol menjelang memasuki bulan Ramadhan. Merasa sakit atau terinfeksi.

“Dalam keadaan di atas, disarankan untuk tidak melanjutkan puasa. “Apalagi jika Anda mengalami gejala hipoglikemia (kadar gula darah rendah),” kata Melissa dalam siaran persnya, Senin, 25 Maret 2024.

Sedangkan jika mengalami hiperglikemia (gula darah tinggi), lanjut Melissa, pasien dapat melakukan suntik insulin, minum obat sesuai resep, atau memeriksakan diri ke dokter.

“Jika dibiarkan, hiperglikemia dapat menyebabkan komplikasi ketoasidosis diabetikum yang mengancam jiwa,” jelas Melissa.

Melissa sebelumnya mengatakan tidak semua penderita diabetes aman berpuasa. Penderita diabetes sangat rentan terhadap gula darah rendah atau infeksi serius.

Sedangkan penderita diabetes yang mengontrol kadar gula darahnya bisa berpuasa dengan aman.

“Namun, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu untuk mengatur pola makan atau pengobatan.”

Padahal, lanjut Melissa, Islam sendiri tidak mewajibkan orang dengan kondisi kesehatan tertentu untuk berpuasa, termasuk yang diabetesnya belum terkendali.

Namun, sebagian pasien enggan melewatkan kesempatan berpuasa di bulan suci. Oleh karena itu, bagi penderita diabetes, pemilihan makanan yang baik dan pemantauan kadar gula darah menjadi kunci agar puasa dapat berjalan lancar dan tetap sehat.

Secara umum, penderita diabetes disarankan makan tiga porsi besar dan dua atau tiga porsi kecil dalam sehari.

Porsi ini penting untuk menjaga kadar gula darah. Namun, jumlah ini mungkin berkurang pada bulan puasa. Artinya, Anda harus benar-benar memperhatikan jenis makanan yang Anda pilih.

“Jika Anda menerima pedoman diet dari dokter pada hari-hari biasa, ubah sedikit waktu makan siang dan terapkan hal yang sama saat berpuasa.”

Nutrisi yang harus selalu menjadi bagian dari sarapan dan waktu berbuka: Karbohidrat kompleks dengan serat, seperti nasi merah atau pasta gandum. Buah dan sayur untuk asupan serat. Protein tanpa lemak seperti daging tanpa lemak dan dada ayam tanpa kulit.

Melissa menyarankan untuk memilih makanan dengan indeks glikemik rendah. Indeks glikemik adalah nilai yang menunjukkan seberapa cepat atau lambat kenaikan kadar gula darah setelah makan.

Semakin rendah indeks glikemik, semakin cepat makanan tersebut diubah menjadi glukosa. Dengan begitu, kadar gula darah tidak akan naik secara tiba-tiba.

Penderita diabetes yang berpuasa juga perlu lebih sering memantau kadar gula darahnya dibandingkan saat tidak berpuasa.

Memantau kadar glukosa darah dapat membantu memutuskan apakah akan melanjutkan puasa. Selain itu, pasien juga dapat menilai preferensi makanan pagi dan puasa mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *