Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Angka Stunting Ditargetkan 14 Persen di 2024, Bisakah Mencapainya?

9
×

Angka Stunting Ditargetkan 14 Persen di 2024, Bisakah Mencapainya?

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana DKI Jakarta (BKKBN) Dr Hasto Wardoyo optimistis upaya memperlambat perlambatan ekonomi akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2024.

“Kami bertekad sampai akhir,” kata Hasto saat Rapat Kerja Panitia Pengurus DPR RI ke-9 bersama BKKBN dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Gedung DPR Jakarta, pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, Arzeti Bilbina, salah satu Anggota Pengurus DPR RI ke-9, meminta Hasto mengurangi keterlambatan pembangunan. Politisi PKB ini mengungkapkan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan dalam rapat kerja bidang kesehatan pada 24 April 2024 bahwa target tersebut akan sulit dicapai.

Azetti mengutip Antara yang mengatakan: “Presiden sendiri mengakui tidak mungkin mencapai 14%.”

Hasto menyampaikan berbagai upaya BKKBN sebagai koordinator program percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Hal ini mencakup BKKBN memastikan terdata seluruh ibu hamil dan anak kecil di wilayahnya, memastikan semua ibu hamil dan anak kecil datang ke posyandu, memastikan posyandu dilengkapi dengan peralatan antropologi standar, dan memastikan semua kader posyandu memiliki standar antropologi. keterampilan dalam menimbang dan mengukur.

Dari sisi antropometri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memaksimalkan ketepatan penanganan stunting di seluruh tanah air dengan melatih sumber daya manusia (SDM) petugas antropometri seperti bidan dan kader posyandu.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan petugas pengukur yang bertugas mendiagnosis keterlambatan tumbuh kembang pada anak dengan melakukan pengukuran berat badan, panjang dan tinggi badan, serta lingkar lengan atas dan kepala, mengatakan pengukuran antropometri yang dilakukannya sangat penting agar anak mengalami gangguan tumbuh kembang. penundaan dapat menerima bantuan yang tepat.

Budi mengatakan, selama ini baru sekitar 50-60% ahli antropometri yang mampu melakukan pengukuran secara akurat berdasarkan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Budi mencontohkan, masih ada bidan atau kader posyandu yang mengukur berat badan anak saat anak memakai jaket.

“Cara mengukurnya masih salah. Misalnya saat mengukur berat badan, tidak boleh memakai baju atau jaket dan dia tetap memakainya,” ujarnya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Indonesia mencapai 21,6% berdasarkan data tahun 2022. Pada tahun 2013, tingkat pertumbuhan turun sebesar 37%.​

Jokowi mengatakan penurunan dari 37% menjadi 21% merupakan lompatan luar biasa yang perlu dievaluasi.

“Dari 37% menjadi 21%, ini merupakan lompatan besar yang perlu kerja keras. Tidak mudah untuk turun,” kata Jokowi.

Gizi buruk adalah masalah gizi buruk kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi secara kronis akibat kegagalan makanan yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Keajaiban itu terjadi saat bayi masih dalam kandungan, dan baru saat anak berusia dua tahun.

“Kelelahan merupakan keadaan gizi buruk yang berhubungan dengan gizi buruk sebelumnya, sehingga merupakan masalah gizi kronis,” kata dokter spesialis anak RSUP dr Mohamed Hussin Palembang, Novita Agustina.

Stunting mengukur status gizi dengan mempertimbangkan tinggi atau panjang badan anak, usia dan jenis kelamin. Praktek masyarakat yang tidak mengukur tinggi atau panjang anak kecil membuat sulit untuk memahami keterlambatan perkembangan. Malnutrisi mempengaruhi status gizi jangka pendek dan jangka panjang.

Stunting pada anak merupakan akibat dari kekurangan nutrisi pada seribu hari pertama kehidupan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada perkembangan fisik anak (tidak dapat kembali normal), sehingga dapat mengakibatkan menurunnya prestasi kerja.

Rata-rata kecerdasan intelektual (IQ) anak dengan keterlambatan perkembangan sebelas poin lebih rendah dibandingkan rata-rata IQ anak dengan perkembangan normal. Jika anak tidak mendapat intervensi dini, gangguan pertumbuhan akibat gizi buruk akan berlanjut hingga dewasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *