Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Apa Itu Obat Supositoria? Mengenal Pengganti Obat Sirup untuk Pengobatan

4
×

Apa Itu Obat Supositoria? Mengenal Pengganti Obat Sirup untuk Pengobatan

Sebarkan artikel ini

Suara.com – Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran resmi kepada petugas kesehatan dan apotek untuk tidak memberikan sirup jenis apa pun kepada masyarakat. Namun Kementerian Kesehatan menyarankan supositoria. Apa itu supositoria obat?

Menurut berbagai sumber, kebijakan Kementerian Kesehatan ini ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Artinya, masyarakat tidak akan menemukan sirup obat untuk anak di apotek dan apotek resmi.

Hal ini terjadi sebagai tindak lanjut dari tingginya angka kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia. Diduga penyebabnya karena obat sirup. Namun hal ini belum terbukti secara ilmiah dan tim terus melakukan penelitian intensif.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan obat dalam bentuk sirup dan disarankan menggunakan tablet atau supositoria atau obat yang dimasukkan melalui anus.

Apa itu supositoria obat?

Singkatnya, menurut situs WebMD, supositoria adalah cara lain untuk memasukkan obat ke dalam tubuh. Obat jenis ini tidak ditelan, melainkan dimasukkan ke bagian bawah tubuh seperti anus atau sarungnya, sehingga bentuknya kecil, bulat, piramidal, sehingga memudahkan dalam meminumnya.

Supositoria mungkin bukan obat terbaik yang pernah Anda gunakan, tapi supositoria tidak memudahkan perut atau usus Anda menyerap obat.

Supositoria terbuat dari bahan, seperti gelatin atau mentega kakao, yang melapisi obat. Hal ini akan menyebabkan suhu luar tubuh mencair dan zat tersebut dilepaskan lebih lambat ke dalam tubuh Anda.

Supositoria dimasukkan langsung dari tubuh bagian bawah atau anus. Panjangnya sekitar satu inci dan ujungnya membulat atau bulat. Anda dapat mengobati: Alergi, Kecemasan, Sembelit, Demam, Wasir, Mabuk, Mual, Nyeri dan gatal-gatal menyerang Masalah mental, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar.

Selain itu, ada juga supositoria pessary yang berbentuk oval. Anda dapat menggunakannya untuk: infeksi bakteri atau jamur, kekeringan pada vagina

Mengapa mereka menggunakan supositoria?

Anda mungkin memerlukan supositoria jika obat termasuk dalam salah satu kategori di bawah ini: Anda tidak dapat menelan obat dan Anda tidak dapat menelan cairan atau cairan. Obat juga rasanya tidak enak.

Demikianlah penjelasan tentang supositoria. Semoga informasinya bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *