Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Bahlil Klaim IKN Bermanfaat untuk Daerah Penyangga

8
×

Bahlil Klaim IKN Bermanfaat untuk Daerah Penyangga

Sebarkan artikel ini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Investasi/Ketua Komite Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur akan memberikan manfaat ekonomi bagi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara serta daerah aman lainnya. Pemindahan ibu kota juga membawa peradaban baru dalam administrasi kota dan investasi.

Oleh karena itu, ia mendorong Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan menjadi kampus nasional ketahanan pangan, pusat penelitian lahan basah dan mangrove dunia.

“Jadi kita mau pindahkan IKN, siapa yang diuntungkan? Pertama Kalimantan, seluruh Kalimantan jadi penyangga. Lihat dulu perekonomian di Kaltara ke depan pasti diuntungkan. Ini konsentrasi tata kota terbaik , menggunakan persentase 30, “Ini salah satu kota terindah di dunia dan saya diminta memimpin investasinya,” kata Bahlil dalam keterangannya, Kamis (2/5/2024).

Bahlil mengatakan, mobil IKN yang digunakan merupakan mobil listrik, tenaganya berasal dari pembangkit listrik tenaga air. IKN juga dibangun di kawasan tanpa hutan.

Kalimantan Selatan juga telah berinvestasi sekitar Rp7 triliun. Pemerintah akan membangun pusat ekosistem untuk mengembangkan industri batu bara dan mengembangkan sektor hilir pertanian, peternakan, dan kelautan. “Kalimantan Selatan akan menjadi pendukung IKN yang pertama,” lanjut Bahlil.

Sementara terkait perencanaan investasi di IKN, Bahlil menjelaskan, kelompok investasi pertama yang dipimpinnya mengutamakan investor atau pengusaha dalam negeri, dan kelompok kedua diisi investor asing.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Rektor ULM Ahmad Alim Bachri menyampaikan bahwa pihaknya berencana menjadikan ULM sebagai pusat ketahanan pangan nasional, pusat penelitian global tentang lahan basah dan mangrove. Sebab kehadiran ULM di Kalsel merupakan potensi besar bagi IKN.

Ahmad menjelaskan rencana pembangunan pelabuhan internasional. Selain itu, ULM sebagai kampus diharapkan mampu berperan dalam menjaga lingkungan.

“Bukankah di Kalimantan Selatan, kabupaten Kota Baru, akan ada pelabuhan internasional IKN yang terhubung tol 1,5 jam dari Kabupaten Penajam Paser Utara?” dia berkata.

Jadi ULM sudah ada di sekitar pelabuhan dan mengembangkan pelabuhan internasional. ULM berupaya melindungi sisi alami pelabuhan.

Ahmad menambahkan, pihaknya telah mengusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengelola lahan mangrove seluas 621 hektar untuk menjadi pusat penelitian lahan basah dan mangrove global. Dia mengusulkan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengelola lahan mangrove seluas 621 hektare, dan informasinya sudah disampaikan dan masih menunggu persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *