Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Bank BJB Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Ini Daftar Terbarunya

9
×

Bank BJB Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Ini Daftar Terbarunya

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (Bank BJB) sepakat merombak jajaran direksi dan komisaris melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Direktur Utama Bank BJB, Direktur Judi Renaldi, mengumumkan hasil rapat yang memutuskan untuk menunjuk Wentje Raharjo, mantan Direktur Masyarakat Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) sebagai ketua komisi Bank BJB. Posisi pengurus yang baru akan berlaku setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas peradilan yang wajar dan adil serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, kata Yudi, dikutip Antara, Selasa (3/4). /2024).

Belakangan, di jajaran Direksi, Hana Dartivan diangkat menjadi Direktur Keuangan menggantikan Nia Kaniya. Yusuf Saadeddin juga ditunjuk sebagai Direktur Urusan Konsumen dan Perdagangan.

Rincian susunan dewan komisaris dan pengurus bjb yang baru adalah sebagai berikut:

Dewan Komisi Independen Komisaris Independen: Ventje Raharjo Komisaris: Tomsi Tohir Komisaris: Rudie Kusmaiadi Komisaris Independen: Diding Sakri

Direktur: Iuddi Renaldi Chief Executive Officer: Cecep Trisna CFO: Hana Dartivan Direktur Komersial & UMKM: Nanci Adistiasari Direktur Consumer & Retail: Yusuf Saadudin Direktur IT & Transaction Banking: Rio Lanasier Chief Operating Officer: Tedi Setiawan

Sementara itu, dalam RUPST, perseroan juga memaparkan kinerja keuangan tahun 2023.

Bank BJB mencatatkan laba Rp 2,14 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) atau kredit macet tetap terjaga sehat di angka 1,35 persen.

Selain itu, total aset Bank BJB pada tahun 2023 sebesar Rp188,2 triliun juga meningkat dari sebelumnya sebesar Rp181,2 triliun.

Direktur Utama Bank BJB Judi Renaldi di Jakarta, Selasa. mengatakan total aset perseroan tumbuh menjadi yang terbesar di antara bank pembangunan daerah (RBD) lainnya.

“Ini merupakan perpaduan yang solid atas kerja sama seluruh pegawai Bank BJB dalam berkontribusi dalam menyongsong dan mencanangkan perekonomian daerah, serta memperkuat eksistensi perseroan di dunia perbankan,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Bank Pembagunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau Bank BJB memberikan penyertaan modal (investasi lanjutan) kepada PT BPR Intan Jabar sebesar Rp 567,5 juta. 

Direktur Bisnis dan Pelayanan UMKM Bank BJB Nanci Aditiasari mengatakan pada 21 Desember 2023, Bank BJB telah memberlakukan penyertaan modal pada perusahaannya, PT BPR Intan Jabar Material sebesar Rp567,5 juta. 

“Pada tanggal 7 November 2023, Bank BJB mendapat persetujuan dari OJK Kantor Wilayah I Jawa Barat untuk penyertaan hukum lebih lanjut (penanaman modal akhir) pada PT BPR Intan Jabar berdasarkan surat no. S-2 /KO.12/2023 pada tanggal 7 November 2023 , kata Nancy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/12/2023). 

Sedangkan pada tanggal 20 Desember 2023, PT BPR Intan Jabar dari OJK Tasikmalai menyetujui penambahan modal tunai dari Bank BJB.

Berdasarkan surat OJK S-26/KO.1202/2023 tanggal 20 Desember 2023, Laporan pelaksanaan modal disetor yang tidak memungkinkan adanya perubahan pemegang saham pengendali – PT BPR Intan Jabar, tulisnya. . 

Dengan demikian, setelah berlakunya penyetoran modal lainnya, Pemprov Jabar menguasai 57,37% saham, Pemda Garut 29,17%, dan Bank BJB menguasai 13,46% saham. 

 

Sementara Pemprov Jabar menguasai 57,87 persen saham, Pemda Garut 29,43 persen, dan Bank BJB menguasai 12,70 persen saham sebelum penyetoran modal lainnya berlaku. 

“Tidak ada perubahan situasi pengendalian saat ini karena PT BPR Intan Jabar merupakan anak perusahaan Bank BJB,” jelasnya. 

Bank BJB meraup Rp 1,7 triliun hingga September 2023. Per 30 September 2023, kinerja Bank BJB dari sisi kredit dan pembiayaan meningkat 10,2 persen atau Rp124,9 triliun.

Di tengah pertumbuhan kredit, Bank BJB juga berhasil menurunkan kredit bermasalah (NPL) menjadi 114,7 persen dari 1,26 persen. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) bank bjb mencapai Rp 130,9 triliun. Pada indeks permodalan meningkat 5,3 persen year-on-year atau Rp 179,3 triliun. 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *