Scroll untuk baca artikel
Edukasi

Biaya Kuliah Naik, Dirjen Dikti: Mahasiswa dengan UKT Rendah Masih Mendominasi

12
×

Biaya Kuliah Naik, Dirjen Dikti: Mahasiswa dengan UKT Rendah Masih Mendominasi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pajak Sekolah Tunggal (UKT) diprotes karena dianggap kenaikannya sangat signifikan. Direktur Utama Diktistek Kemendikbudristek juga mengatakan, UKT rendah masih mendominasi di sejumlah PTN.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiritek) Kemendikbud, Profesor Abdul Haris mengungkapkan, sejauh ini berdasarkan data yang diperoleh, rendahnya angka pendaftaran tunggal (UKT) mahasiswa baru masih mendominasi di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN).

Data tersebut ia ungkapkan menanggapi kontroversi belakangan ini atas keluhan mahasiswa yang mengalami peningkatan UKT fantastis, antara lain Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Riau, dan Universitas Jenderal Soedirman.

Baca juga: Nadiem Makarim Tegaskan Kenaikan UKT Hanya Berlaku Bagi Mahasiswa Baru

“Nah, bisa pimpinan dan anggota Komisi

Mantan Wakil Rektor IU ini juga mencontohkan data jumlah mahasiswa baru menurut kelompok UKT Universitas Sumatera Utara (USU). Berdasarkan data yang ada, jumlah mahasiswa baru yang masuk kelompok UKT rendah sebanyak 862 orang. Sedangkan yang termasuk kelompok UKT tinggi hanya berjumlah 248 orang.

Baca juga: Nadiem Makarim Dipanggil DPR, Komisi X Ingin Kenaikan UKT Ditunda

“Sebenarnya Universitas Jenderal Soedirman kemarin cukup ramai. Kalau kita lihat di Universitas Jenderal Soedirman, memang banyak sekali yang UKT-nya rendah, hampir 867. Kalau kita bandingkan dengan UKT yang tinggi, jumlahnya hanya sekitar 12 mahasiswa, ” dia berkata.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim berjanji akan menilai kenaikan UKT yang tidak rasional tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengurangi keresahan masyarakat terhadap permasalahan UKT yang meningkat fantastis. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukannya

Pihaknya juga akan memastikan bahwa kampus, khususnya perguruan tinggi negeri, jika terjadi kenaikan UKT, memastikan kenaikan tersebut dilakukan secara wajar dan rasional.

Pasalnya, Nadiem mengaku banyak juga mendengar rumor mengenai beberapa lompatan fantastis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *