Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Hipertensi Bikin Hidup Susah? 3 Langkah Mudah Ini Solusinya!

10
×

Hipertensi Bikin Hidup Susah? 3 Langkah Mudah Ini Solusinya!

Sebarkan artikel ini

Suara.com – Penderita tekanan darah tinggi berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, stroke, gagal ginjal bahkan kebutaan karena tekanan darah tinggi merusak retina. Lalu apa yang harus Anda lakukan jika Anda memiliki tekanan darah tinggi?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Cibubur Dr. Gerald Toreh, SpPD-FINASIM mengatakan, karena tekanan darah tinggi atau darah tinggi tidak menunjukkan gejala, maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah secara rutin.

“Untuk mencegah komplikasi akibat tekanan darah tinggi, sangat penting untuk mendeteksi tekanan darah tinggi secara cepat melalui pemeriksaan darah secara rutin. Gerald melalui informasi yang diterima Suara.com, Selasa (21 Mei 2024). Tekanan darah tinggi, tekanan darah tinggi (Pixabay/McRonny)

Menurut dr Gerald, jika hasil tes tekanan darah sistolik Anda di atas 140 mmHG dan tekanan darah diastolik Anda di atas 90 mmHg, Anda dianggap memiliki tekanan darah tinggi dan perlu mengontrol tekanan darah Anda agar tidak terus meningkat.

Ada beberapa langkah untuk mengobati tekanan darah tinggi:

1. Menggunakan narkoba

Apabila penderita darah tinggi sudah diberikan obat oleh dokternya, maka sebaiknya meminum obat tersebut secara rutin, yang diharapkan dapat membantu menjaga tekanan darahnya agar terhindar dari masalah darah tinggi.

“Dokter Anda mungkin memberi Anda obat penurun tekanan darah untuk membantu mengontrol tekanan darah Anda,” kata Dr. Bentara.

2. Perubahan gaya hidup

Sebelum tekanan darah tinggi semakin parah dan menimbulkan masalah, Anda harus segera mengubah gaya hidup untuk menjaga kesehatan. Penderita darah tinggi kerap menemani ahli gizi untuk memperbaiki gaya hidup.

“Perubahan gaya hidup tersebut antara lain menjalani pola hidup sehat, antara lain pola makan rendah garam, olahraga, dan manajemen stres,” jelasnya.

3. Periksa tekanan darah secara rutin

Untuk memastikan tekanan darah tinggi tidak meningkat, dokter menganjurkan agar pasien melakukan pemeriksaan darah secara rutin. Yang terbaik adalah bangun pada waktu yang sama setiap pagi.

“Kami memantau kondisinya melalui tes darah rutin dan menyesuaikan pengobatan jika diperlukan,” ujarnya. Ini adalah gambar untuk memeriksa tekanan darah dan tekanan darah tinggi. (Stok Shutter)

Selain itu, Dr. Gerald juga mengingatkan bahwa apa yang kita makan setiap hari dapat mempengaruhi tekanan darah kita. Misalnya, mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menyebabkan retensi air dan meningkatkan tekanan darah.

Ada pula makanan olahan seperti makanan kaleng, daging olahan, dan makanan cepat saji yang tinggi garam dan bisa menyebabkan darah tinggi jika dikonsumsi terus menerus.

“Lemak jenuh dan trans, artinya makanan kaya lemak jenuh dan komersial, seperti gorengan dan makanan cepat saji, dapat meningkatkan kolesterol dan tekanan darah. Penggunaan gula yang berlebihan, terutama dalam bentuk minuman manis, juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan tekanan darah tinggi.”

Penting untuk dicatat bahwa menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 7,5 juta orang meninggal setiap tahun akibat komplikasi tekanan darah tinggi.

Sementara itu, di Indonesia, hipertensi merupakan penyebab kematian keempat dengan angka 10,2% menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan Studi Kelompok Penyakit Tidak Menular (PTM) 2011-2021.

Berdasarkan data SKI 2023, 59,1% penyebab ketidakmampuan melihat, mendengar, dan berjalan pada masyarakat berusia 15 tahun ke atas adalah penyakit, dimana 53,5% diantaranya adalah penyakit tidak menular, dan khususnya tekanan darah tinggi menyumbang 22,2% %.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *