Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Imunisasi Suntik Tak Batalkan Puasa, Dokter: Terpenting Pastikan Anak dalam Kondisi Sehat

10
×

Imunisasi Suntik Tak Batalkan Puasa, Dokter: Terpenting Pastikan Anak dalam Kondisi Sehat

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta – Jelang Pekan Imunisasi Dunia (PID), Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Profesor Hartono Gunardi menanyakan pentingnya melengkapi imunisasi anak.

Imunisasi pada anak dapat dilakukan sesuai jadwal meskipun jadwalnya bertepatan dengan bulan Ramadhan saat anak sedang berpuasa.

Imunisasi tidak membatalkan puasa, apalagi imunisasi rutin (diberikan) pada anak satu tahun ke bawah yang belum puasa, kata Hartono kepada Health Detik Tegal usai acara Pekan Imunisasi Dunia bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Senin ( 18/3/2024).

Imunisasi tidak rusak, kecuali imunisasi oral atau imunisasi yang jatuh ke mulut anak.

“Iya (yang oral dibatalkan), tapi yang oral bertahan sampai usia sembilan bulan jadi tidak berpengaruh. Sebenarnya obat tetes polio oral hanya empat bulan, suntikan polio sembilan bulan, sehingga tidak mengubah keinginan untuk berpuasa.”

Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang sosial anak ini juga mengatakan, jika anak ingin mendapat imunisasi saat berpuasa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

“Yang penting anak sehat dan tidak ada kontraindikasi. Misalnya anak demam, nafasnya tidak enak, sesak nafasnya, misalnya anaknya sesak nafas karena kebutuhan pertama. untuk mengobati asma.

“Pastikan anak dalam keadaan sehat,” ujarnya. 

Hal serupa juga diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso. Menurut Piprim, puasa tidak menghalangi imunisasi atau vaksinasi.

“Tidak ada masalah (imunisasi). Saya kira tidak ada kendala dalam puasa dan vaksinasi,” kata Piprim menanggapi Health Detik Tegal.

Kecuali, lanjut Piprim, jika anak sedang sakit. Menurutnya, puasa tidak dianjurkan bagi anak yang sakit dan tidak dianjurkan vaksinasi.

 

 Lebih lanjut Hartono menjelaskan alasan pentingnya imunisasi pada anak. “Anak merupakan generasi penerus setiap keluarga dan setiap keluarga menginginkan anaknya memiliki sifat-sifat yang baik agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal serta menjadi orang yang berprestasi di masa depan.”

“Oleh karena itu, kebutuhan anak harus dipenuhi. Kebutuhan anak adalah pengasuhan, kasih sayang, pengasuhan. Pengasuhan yang paling penting adalah gizi, imunisasi, dan pelayanan kesehatan.”

Dengan kata lain imunisasi mencakup upaya memberikan aspek pengasuhan kepada anak.

 

Selain perhatian, anak juga membutuhkan perhatian yaitu kasih sayang. Karena setiap anak membutuhkan kasih sayang.

“Dan yang terakhir lagi lagi booming. Di era milenial ini, di era media sosial, anak-anak ditemani oleh gadget. Gadget bisa menstimulasi anak agar bisa berbahasa Inggris. Namun yang sering kita jumpai di era media sosial ini adalah anak-anak diperbolehkan berbicara, anak-anak tidak boleh berinteraksi.”

Menurut Hartono, hal tersebut merupakan salah satu akibat dari penggunaan gawai yang berlebihan.

“Maka penuhi kebutuhan pokok anak, sayangi, sayangi, hargai dan jangan lupa penuhi karena anak adalah generasi penerus bangsa. Kalau usianya sudah dua tahun, kita hanya merangsangnya untuk berbicara, sudah terlambat. Karena masa emasnya ada pada 1000 hari pertama kehidupan, pungkas Hartono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *