Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Keluarga Anang Hermansyah Terjebak di Mal Imbas Dubai Banjir Bandang karena Curah Hujan 1 Tahun Turun dalam 12 Jam

9
×

Keluarga Anang Hermansyah Terjebak di Mal Imbas Dubai Banjir Bandang karena Curah Hujan 1 Tahun Turun dalam 12 Jam

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta – “Dubai kebanjiran guys, seram… 😧 Semoga tidak ada korban jiwa,” demikian bunyi laporan dalam unggahan terbaru akun Instagram Anang Hermansya, Rabu, 17 April 2024. Dengan caption tersebut, ia memperlihatkan dampak banjir di Dubai yang menggenangi sebuah pusat perbelanjaan di kota metropolitan Uni Emirat Arab (UEA).

Dalam video yang dibagikan, Anang tertangkap kamera berkata, “Kita tidak bisa kembali ke mobil. Adegan berubah saat Ashanti berkata, “(Toko) Hermès penuh dengan anak-anak.” Jadi mereka heboh sampai pergi (ke mal).”

Video tersebut juga memperlihatkan upaya beberapa karyawan menjaga air banjir agar tidak masuk ke gerai beberapa merek mewah di mal. Meski terjebak, dalam rekaman tersebut terlihat keluarga Anang, termasuk menantunya Atta Halilinder, masuk ke dalam mobil dan berusaha keluar mal.

Hujan selama satu tahun turun dalam 12 jam, menyebabkan banjir dan “cuaca bersejarah” ini tidak hanya mempengaruhi operasional di mal tetapi juga di bandara. Menurut Gulf News, pada Kamis (18/4/2024), Bandara Internasional Dubai mengeluarkan peringatan cuaca untuk Senin, 15 April 2024, menyarankan penumpang untuk tiba di bandara setidaknya empat jam sebelum penerbangan.

Menurut ACI, bandara tersibuk di dunia ini akan menghadapi gangguan signifikan akibat kondisi cuaca buruk pada tahun 2023. The Economic Times melaporkan bahwa upaya sedang dilakukan untuk mempercepat bisnis.

Penerbangan tertunda atau dialihkan dan perpindahan staf memperburuk situasi, kata Bandara Dubai dalam sebuah pernyataan. Proses pemulihan diperkirakan memakan waktu cukup lama.

“Kecuali diperlukan, kami menyarankan Anda untuk tidak datang ke bandara. Penerbangan terus ditunda dan dialihkan. Silakan periksa langsung penerbangan Anda dengan maskapai penerbangan Anda. Karena situasinya sangat menantang, kami bekerja keras untuk memulihkan operasional sesegera mungkin, ” dia berkata. Airport X, sebelumnya diperingatkan melalui cuitan di Twitter.

Maskapai penerbangan Emirates yang berbasis di Dubai telah mengumumkan penangguhan layanan check-in penumpang untuk penerbangan yang berangkat dari bandara mulai pukul 08:00 hingga tengah malam pada Rabu, 17 April 2024.

“Penumpang yang sudah dalam perjalanan menuju Dubai akan terus memproses penerbangannya. Pelanggan mungkin mengalami penundaan keberangkatan dan kedatangan dan disarankan untuk memeriksa jadwal penerbangan terbaru di https://emirat.es/flightstatus,” kata maskapai tersebut.

AirArabia, yang terdaftar di Uni Emirat Arab, telah mengumumkan bahwa check-in untuk penerbangan ke Bandara Internasional Sharjah akan ditangguhkan pada pukul 14:00 pada hari Kamis (18/4/2024) karena dampak kondisi cuaca buruk di negara tersebut.

Bandara Internasional Dubai juga mengalihkan sementara penerbangan masuk pada Selasa malam, 16 April 2024 akibat badai, namun pengoperasiannya dihentikan selama 25 menit pada hari sebelumnya. Bandara dan maskapai penerbangan terus memantau situasi untuk meminimalkan gangguan dan memastikan keselamatan penumpang dan awak.

Awak penerbangan kesulitan memasuki bandara yang banjir karena landasan pacu yang tergenang air, sehingga menunda kedatangan. Penumpang kesulitan mencapai terminal karena jalanan terendam banjir, dan beberapa orang menggambarkan kejadian tersebut sebagai “pembantaian”.

Maskapai penerbangan internasional, termasuk India, menghadapi gangguan besar dalam operasi mereka. Air India, Air India Express dan IndiGo telah mengakui penundaan dan pembatalan penerbangan. EgyptAir untuk sementara menghentikan penerbangan antara Kairo dan Dubai sampai cuaca di UEA membaik.

Badai petir besar mendatangkan malapetaka di Uni Emirat Arab pada Selasa, 16 April 2024, menggenangi Dubai dengan curah hujan yang setara dengan lebih dari satu setengah tahun dalam hitungan jam. Hujan deras menyebabkan banjir bandang yang mempengaruhi jalan raya utama dan Bandara Internasional Dubai.

Pada saat yang sama, negara tetangganya, Oman, juga sedang berjuang menghadapi bencana yang melanda negaranya, dengan jumlah korban tewas akibat banjir meningkat menjadi 18 orang dan banyak lainnya masih hilang. Berdasarkan informasi cuaca Bandara Internasional Dubai, banjir dimulai pada Senin malam, 15 April 2024, saat Dubai menerima curah hujan sekitar 20 milimeter.

Pada Selasa pagi, 16 April 2024, badai semakin intensif dan mengakibatkan hujan lebat serta hujan es di kota tersebut, dengan curah hujan lebih dari 142 milimeter tercatat dalam waktu 24 jam. Jumlah ini melebihi rata-rata curah hujan tahunan bandara sebesar 94,7 milimeter, sehingga menimbulkan kebingungan bagi wisatawan dan penduduk lokal.

Pekerja darurat bergegas ke jalan-jalan yang banjir ketika petir menyambar langit dan terkadang menghantam gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Sistem kereta bawah tanah kota terganggu dan stasiun-stasiun yang kebanjiran menambah kesulitan pergerakan orang.

Di seluruh UEA, tindakan pencegahan diambil sebelum terjadinya badai, dengan sekolah-sekolah ditutup dan pegawai pemerintah bekerja dari rumah. Ada pula yang memberanikan diri keluar namun malah terjerumus ke jalan yang terendam banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *