Scroll untuk baca artikel
Otomotif

Meski Tidak Terjadi Kerusakan, Mobil Tersentuh Banjir Sebaiknya Diperiksakan ke Bengkel

12
×

Meski Tidak Terjadi Kerusakan, Mobil Tersentuh Banjir Sebaiknya Diperiksakan ke Bengkel

Sebarkan artikel ini

Suara.com – Seringkah mobil melewati banjir atau genangan air yang ukurannya lebih dari separuh ban? Jangan menunggu tanda-tanda kerusakan, segera bawa ke bengkel biasa.

Dikutip kantor berita Antara Auto2000, pemilik kendaraan roda empat diimbau segera memeriksa kondisi mobil yang terdampak banjir meski tidak mengalami kerusakan. Atau jangan biarkan tenggelam ke dalam mesin.

“Tekanan air tidak bisa dianggap remeh saat mobil melewati genangan air yang tinggi dan membawa endapan kotoran, karena dalam jangka panjang dapat merusak komponen mobil jika diabaikan,” jelas Nur Imansyah Tara, Kepala Divisi Bisnis Purna Jual Auto2000. Periksa dengan dipstick, jika warna pelumas atau oli berubah menjadi coklat susu berarti ada air yang masuk ke ruang mesin  [Shutterstock]

Selain merepotkan penumpang, ada kemungkinan terjadi masalah besar seperti rem rusak atau mobil terserang karat, lanjutnya merujuk pada sederet dampak jangka panjang yang dapat mengganggu bahkan merusak mobil.

Berikut daftar ketidaknyamanan atau kerusakan yang akan terjadi setelah mobil melewati kawasan banjir meski tidak mengalami kerusakan berdasarkan Auto2000:

Bau tak sedap di kabin

Air banjir bisa masuk ke kabin melalui lubang di bawah dek atau melalui celah pintu yang karetnya mulai rapuh. Ingat, tekanan air banjir sangat kuat sehingga bisa masuk melalui ruang yang sangat kecil.

Air banjirnya pasti kotor dan berbau. Alhasil, bau tak sedap akibat banjir tetap menempel di dalam mobil dan membuat perjalanan menjadi tidak nyaman.

Sistem kelistrikan mobil mungkin rusak

Bagian kelistrikan mobil sangat rentan jika mobil terendam air banjir, apalagi dalam waktu lama dan tidak terdeteksi. Saat mobil terendam atau melaju di jalanan banjir, sistem kelistrikan tetap berfungsi dengan baik.

Namun seiring berjalannya waktu, air dapat merembes ke celah sambungan kabel atau konektor listrik dan menyebabkan kerusakan. Sangat berbahaya jika air kotor berhasil mencapai area sensitif seperti ECU (Electronic Control Unit) atau sekring. Ilustrasi karat pada bodi mobil [Carscoops]

Karat muncul di tubuh

Salah satu alasan mengapa disarankan untuk mencuci mobil setelah terkena hujan atau banjir adalah untuk membersihkan bodi dari kotoran yang dapat menyebabkan karat.

Yang patut Anda perhatikan secara khusus adalah area kolong mobil dan bemper. Termasuk celah antar panel bodi mobil sebagai tempat bersembunyinya air kotor yang bisa menyebabkan bodi berkarat.

Masalah pada rem mobil

Komponen rem mobil sangat rentan terhadap kerusakan akibat banjir karena bersentuhan langsung dengan air yang mengandung endapan lumpur. Karat yang menyerang komponen rem mekanis, seperti rem cakram atau tromol, bisa menyebabkan rem mobil Anda berderit atau bahkan berhenti bekerja jika sudah parah.

Air yang masuk ke dalam reservoir minyak rem juga dapat mempengaruhi kinerja rem mobil. Berbahaya jika rem mobil Anda tiba-tiba blong akibat kerusakan air banjir.

Minyak bercampur air

Meski mesin mobil Anda bisa berjalan normal setelah diterjang banjir, bukan berarti tidak ada potensi masalah. Air masih bisa masuk ke ruang mesin dan bercampur dengan oli mesin. Prosesnya bisa cepat atau lama, tergantung volume air yang masuk.

Periksa kondisi oli mesin melalui dipstick setelah mobil terendam banjir, keesokan harinya, dan seminggu kemudian. Segera kuras oli mesin bila warnanya berubah menjadi coklat susu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *