Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Pakar Farmasi Ungkap Alasan Konsumsi Obat Flu Bisa Berikan Hasil Positif Palsu Narkoba seperti Kasus Istri Bintang Emon

8
×

Pakar Farmasi Ungkap Alasan Konsumsi Obat Flu Bisa Berikan Hasil Positif Palsu Narkoba seperti Kasus Istri Bintang Emon

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta Komedian Bintang Emon kaget usai menerima hasil tes lab istrinya Alka Oktaviani. Hasil lab menunjukkan Alca positif palsu terhadap narkoba.

Hasil ini membuat Alca heboh di laboratorium. Ia diduga pengguna narkoba, padahal itu karena kandungan obat masuk angin.

“Hasilnya positif wah. Dia dari obat flu. Aku ketawa banget kayak tersangka di lab,” kata Alka dalam postingan yang diunggah Bintang Emon.

“Obat flunya disuruh beli di apotik. Naljistan atau apalah, katanya kamu minum Actifed. Dari situ,” lanjut Alka.

Terkait hal tersebut, Zullis Ikawati, Guru Besar Farmasi Universitas Gadjai Mada Yogyakarta, menjelaskan obat flu seperti Nalgestan dan Aktifed merupakan obat penurun tekanan hidung. Obat tersebut mengandung fenilpropanolamin, pseudoefedrin, obat anti alergi klorfeniramin maleat dan triprolidine, serta dekstrometorfan sulfat.

Zullis menjelaskan, narkoba tersebut secara struktur mirip dengan sabu dan ekstasi.

Berdasarkan struktur kimianya, narkoba tersebut tergolong senyawa amina yang secara struktural mirip dengan sabu atau sabu atau ekstasi, kata Zullis.

“Jika alat skriningnya kurang sensitif, biasanya menggunakan rapid test, maka bisa diketahui positif senyawa amina pada obat flu,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Health Detik Tegal pada Jumat, 26 April 2024.

Zullis mengatakan, kandungan dalam pil flu seperti yang digunakan Alca tidak membuat ketagihan atau berbahaya. Pastikan untuk menggunakan sesuai petunjuk penggunaan pada deskripsi.

“Namun jangan khawatir, obat-obatan tersebut bukanlah obat yang membuat ketagihan atau berbahaya dan sebenarnya bisa dibeli tanpa resep dokter,” kata Zullis.

Zullis juga menegaskan, obat flu seperti Actifed dan Nelgastan bukanlah obat. Obat ini hanya digunakan dalam waktu singkat untuk meredakan gejala flu.

Obat ini biasanya digunakan hanya dalam waktu singkat untuk meredakan gejala flu seperti hidung tersumbat, tenggorokan gatal, lanjut wanita yang merupakan guru besar bidang farmakologi dan klinis ini. farmakologi pada tahun 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *