Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Perkuat Layanan IoT, Smartfren Gandeng Alita untuk Dorong Transformasi Digital Indonesia

7
×

Perkuat Layanan IoT, Smartfren Gandeng Alita untuk Dorong Transformasi Digital Indonesia

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta – Smartfren for Business dan PT Alita Praya Mitra bekerja sama memperkuat dan memperluas portofolio solusi teknologi berbasis Internet of Things (IoT).

CEO for Business Smartfren, Tony Wijaya mengatakan Alita memiliki keahlian dan sumber daya yang luas di bidang keamanan siber, teknologi jaringan, dan IoT.

“Kami yakin perpaduan antara keterampilan tersebut dan kekuatan jaringan telekomunikasi Smartfren akan bermanfaat bagi berbagai perusahaan di Indonesia, khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi digital dalam operasionalnya,” kata Tony dalam keterangannya, Rabu (29/8/2021). 5). /2024). ).

Sinergi kedua perusahaan ini dinilai akan memadukan kekuatan Alita sebagai system integrator di bidang solusi infrastruktur jaringan dan solusi cerdas berbasis IOT untuk memajukan visi Smartfren dalam mencapai transformasi digital melalui dukungan 100% Indonesia.

“Dengan fokus pada solusi IoT seperti Smart Home, Smart City, Smart Healthcare, dan lainnya, serta penekanan pada keamanan siber, kemitraan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berkembang pesat,” Presiden Alita Praya Mitra. Ungkap Sutradara Teguh Prasetya.

Dalam kolaborasi ini, Alita akan menyediakan solusi IoT seperti GovTech, Smart Home, Smart City, Smart Healthcare, Smart Education, Smart Building, Smart Utilities, Smart Transportation, dan solusi keamanan siber.

Seluruh solusi tersebut dapat diakses oleh pelanggan Smartfren Business dan digunakan sesuai dengan rencana, skala bisnis, dan kebutuhan individu.

Solusi IoT mencakup penerapan teknologi otomasi atau digitalisasi untuk rumah sakit, kota pintar, pertanian, dan berbagai vertikal industri lainnya.

Di sisi lain, kabar merger XL Axiata-Smartfren mulai terkuak. Pada Rabu (15/5/2024), Axiata Group dan Sinar Mas Group mengumumkan bahwa pemegang saham XL Axiata dan Smartfren menandatangani nota tidak mengikat untuk menjajaki rencana merger.

Dengan ditandatanganinya perjanjian eksplorasi ini, rencana merger memasuki tahap pertama. Namun, Presiden dan Direktur Smartfren Merza Fachys mengingatkan, dengan ditandatanganinya MoU eksplorasi antara kedua perusahaan, tidak ada jaminan merger operator akan terjadi.

Meski demikian, Merza berharap proses evaluasi bisa dilakukan secepatnya.

“Kemarin diumumkan pemegang saham kami (Smartfren) dan XL Axiata menandatangani MoU eksplorasi antara Smartfren dan XL Axiata. Maksudnya apa? Setelah MoU ini, proses konsolidasi akan terus berlanjut,” kata Merza baru-baru ini.

Ia juga mengatakan, setelah adanya MoU antara pemegang saham XL Axiata dan Smartfren, akan ada proses uji tuntas.

“Prosesnya rajin-rajin gimana ya? Sama-sama cari atau cari bibit, bibit, dan kacang-kacangan. Jadi suka penjajakan apakah kita akan menikah atau tidak? ” dia berkata.

Ditanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kedua perusahaan tersebut, Merza berharap proses uji tuntasnya tidak memakan banyak waktu. Namun, dia selaku manajemen perusahaan belum bisa memberikan jawaban mengenai hal tersebut.

“Mudah-mudahan tidak terlalu lama. Kalau tidak mengganggu saya, tentu kita berdua (pemegang saham Smartfren dan XL Axiata) bisa melihat sisi positifnya, bisa dilihat dari kerja keras atau kerja keras. pernikahan (merger),” ujarnya.

Ia juga mencatat, meski ada MoU penjajakan, tidak ada jaminan merger pasti akan terjadi.

Merza juga mengatakan, saat ini proses antara XL Axiata dan Smartfren masih dalam tahap penjajakan. “Kami informasikan kepada Kominfo bahwa proses ini sedang berjalan, saya senang (ada merger),” ujarnya.

Mengutip informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/5/2024), rencana merger ini dilaksanakan dalam rangka menjadi penyedia layanan telekomunikasi yang lebih kuat di Indonesia, melalui MergeVo.

Namun perlu ditegaskan, rencana merger ini masih dalam tahap awal.

“Rencana transaksi ini masih dalam tahap evaluasi awal, dimana Axiata dan Sinar Mars bertujuan untuk mempertahankan kendali atas pemegang saham MergeCo,” tulis XL Axiata dalam keterbukaan BEI.

Perkembangan signifikan apa pun terkait MOU Axiata dengan Mars Ray akan diumumkan kemudian.

“Saat ini pembahasan yang sedang berjalan antar para pihak belum menghasilkan kesepakatan yang mengikat atau penyelesaian Rencana Transaksi,” tulis Axiata dalam keterangan resmi.

Dijelaskan kemudian, validasi merger dan penciptaan nilai bagi pemegang saham, uji tuntas, penyusunan rencana bisnis serta kesepakatan persyaratan-persyaratan penting akan menjadi kegiatan utama yang dilakukan pada tahap eksplorasi sebagaimana tertuang dalam MOU.

Perkembangan signifikan apa pun terkait MOU merger XL Axiata-Smartfren akan diumumkan kemudian.

Jika perjanjian pengikatan ditandatangani di kemudian hari, maka transaksi terkait akan tunduk pada peraturan yang berlaku serta persetujuan perusahaan dan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *