Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Perlunya Mendigitalisasikan Operasional Rumah Sakit untuk Perlindungan Data yang Kuat

10
×

Perlunya Mendigitalisasikan Operasional Rumah Sakit untuk Perlindungan Data yang Kuat

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta Seperti kita ketahui, belakangan ini banyak kelompok hacker atau ransomware yang membobol jaringan rumah sakit untuk mencuri data pribadi pasien, termasuk rekam medis.

Peretas yang menginginkan catatan medis melakukan pencurian identitas, menggunakan data yang dicuri sebagai tebusan, menjualnya di web gelap, atau menyamar sebagai korban untuk mendapatkan layanan medis.

Rekam medis dianggap sangat berharga bagi peretas, digunakan untuk melakukan penipuan dan tidak mudah dideteksi dibandingkan jenis data pribadi lainnya.

Hermawansyah Hidayat selaku pendiri & CEO Hidup Group, sebuah platform kesehatan mental di Indonesia, mengatakan perlunya digitalisasi proses bisnis dan peningkatan operasional rumah sakit agar tanggap lebih cepat dan respons yang lebih terintegrasi.

“Transformasi digital juga dapat menciptakan perlindungan data yang lebih kuat,” kata Hidayat dalam siaran pers, Selasa (23 April 2024).

Hidayat menjelaskan, rumah sakit dapat memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhannya dalam upaya meningkatkan kualitas layanan medis dan meningkatkan perlindungan data pasien.

Ia menilai penggunaan SATUNADI-RS, solusi ekosistem sehat dari PT Telkom Indonesia, dapat mendukung pengambilan keputusan yang cepat karena memberikan informasi yang lebih akurat dan tepat dengan menggabungkan seluruh data digital dalam satu platform.

“Penggunaan SATUNADI-RS dapat meningkatkan efisiensi layanan dan menghadirkan transparansi pada industri kesehatan, seperti rumah sakit,” kata Hidayat.

Ia berharap solusi tersebut tidak hanya bisa diakses di rumah sakit umum, tapi juga di rumah sakit jiwa dan klinik psikologi. Tentu saja untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan mental.

Selain itu, SATUNADI-RS dapat digunakan untuk mengelola berbagai data operasional rumah sakit dengan lebih efektif, seperti membantu rumah sakit dengan mudah mengelola proses administrasi klaim BPJS dengan lebih cepat.

Proses klaim BPJS yang efisien membantu rumah sakit melancarkan arus kas operasionalnya sehingga dapat memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada pasien.

“Rumah sakit juga semakin merasakan manfaat dari proses pengelolaan klaim BPJS yang lebih efisien melalui SATUNADI-RS,” kata Meyer Silaban, Head of Telkom Digital Vertical Ecosystem Health.

Lebih lanjut, SATUNADI-RS dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Manajemen rumah sakit yang terdigitalisasi membantu pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih akurat berkat rekam medis setiap pasien yang tercatat dengan jelas.

Menurut Meyer, penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 24 Tahun 2022.

Peraturan tersebut mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasiankes) menggunakan rekam medis elektronik (RME) sebagai dokumentasi dalam pemberian pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Meyer menyimpulkan: “Kehadiran SATUNADI sebagai solusi digital Telkom juga mendukung PMK No. 24 Tahun 2022 yang mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan memiliki RME dan terintegrasi dengan SATUSEHAT Kementerian Kesehatan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *