Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Pratama Arhan Jadi Sasaran Bully Netizen, Ibunda Teteskan Air Mata

10
×

Pratama Arhan Jadi Sasaran Bully Netizen, Ibunda Teteskan Air Mata

Sebarkan artikel ini

Blora – Pratama Arhan kembali menjadi sasaran penindasan nasional Indonesia. Di media sosial, pemain sayap kiri Indonesia U-23 itu ramai dikritik dan dihina. Hal itu terjadi setelah ia mencetak gol bunuh diri saat Garuda Muda kalah 0-2 dari Uzbekistan U-23 di semifinal Piala Asia U-23.

Masyarakat Indonesia mengungkapkan kesedihannya atas kekalahan Pratama Arhan. Komentar negatif terlihat di media sosial mantan pemain PSIS Semarang itu.

Apa yang menimpa Archan membuat sedih dan mengecewakan keluarganya. Ibu dari aktor berusia 22 tahun tersebut meminta maaf kepada publik.

“Saya minta maaf atas kesalahan anak saya. Tolong jangan ikuti pendukung, Archan. Kita berjuang sekuat tenaga untuk sampai ke sini,” kata Surati saat berbicara di Desa Sidomulio, Kecamatan Banjarejo, Blora, Jawa Tengah, Rabu, 1/2024.

Surati tak kuasa menahan air matanya membaca komentar negatif anaknya. Ia sedih karena Archan harus mendapat perlakuan tidak menyenangkan seperti itu.

Surati berkata, “Saya meminta negara-negara untuk berhenti menindas Archan. Dia memberikan segalanya untuk timnas Indonesia. Kita harus saling mendukung, bukan menghancurkannya.”

Yang membuat Surati sedikit lega adalah Archan berhasil menghilangkan tekanan tersebut. Ia melihatnya saat sedang melakukan video call dengan anaknya.

“Tadi malam Arho (alias Arhan) melakukan video call dengan ibunya dan bersyukur kepada Tuhan yang telah membuatnya tersenyum.

Surati menjelaskan, setiap pemain mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda tidak boleh selalu menyalahkan mereka atas kegagalan tim.

“Kita harus terus mendukung dan menyemangati mereka agar bisa maju,” imbuhnya.

Surati berharap Archan dan kawan-kawan bisa percaya diri menghadapi Piala Asia U-23 untuk ketiga kalinya. Sehingga Anda bisa mendapatkan tiket Olimpiade Paris 2024.

“Itulah harapannya. Sebagai orang tua kalian bisa mendoakan anak kalian. Sekali lagi saya mohon maaf atas kesalahan anak saya, mohon jangan menyalahkan diri sendiri. Mari kita saling mendukung.”

Laporan Agung Usai memanggil Sarwenda, warga ini keluar dan meminta maaf jika dihina dan difitnah. Namun kali ini, ia bersikap agresif dan tak segan-segan segera melaporkan kejahatan yang telah menghancurkan hidupnya. detiktegal.co.id 21 Mei 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *