Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Taylor Swift Curhat Sia-Siakan Masa Mudanya Lewat Lagu So Long London, Fans Hubungkan dengan Joe Alwyn

11
×

Taylor Swift Curhat Sia-Siakan Masa Mudanya Lewat Lagu So Long London, Fans Hubungkan dengan Joe Alwyn

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta – Taylor Swift pada Jumat (19/4/2024) merilis album The Persecuted Poet Division. Disingkat TTPD, ini adalah album kesebelas dalam karirnya

Album diawali dengan lagu “Fortnite” karya Taylor Swift dengan Post Malone sebagai Jack Antonoff dan Swift sebagai produser. Lagu-lagu Taylor di album TTPD memanfaatkan genre chamber pop dan synth pop yang menjadi andalannya.

Dikutip dari laman hari ini, begitu terungkap, para penggemar berspekulasi dengan liar bahwa itu tentang putusnya penyair Tay dan Joe Alvin yang tersiksa. Tapi sebagian besar liriknya tampak seperti kata-kata kasar tentang Matty Haley

Namun setidaknya ada satu lagu tentang Joe yaitu “So Long London” yang menceritakan tentang perpisahan yang menghancurkan hubungan mereka. “So Long London” sepertinya akhir dari hubungan jangka panjang, dan Taylor menyebutkan rumah mereka bersama dan membuang-buang waktu dalam lagu yang benar-benar memilukan.

Taylor Swift telah membuat banyak referensi ke London selama bertahun-tahun Album barunya, Tortured Poet Division, tidak terkecuali, berkat lagu kecil berjudul ‘So Long, London’.

London adalah bagian utama dari kehidupan Taylor Dia tinggal di Inggris dan memiliki beberapa hubungan serius yang berbasis di kota tersebut dan juga merekam musik di sini 

Menjalin hubungan setahun lalu, Taylor berkencan dengan Mattie Haley tak lama setelah putus dengan selebriti Inggris Joe Alwyn. Pada bulan Januari 2021, seperti dilansir Ty E! Berita sering berpindah-pindah antara Nashville dan Inggris untuk menghabiskan waktu bersamanya dan keluarga Joe.

 

 

 

Detik Tegal menampilkan tim regional Taylor Swift menggarap bagian Penyair Tertindas bekerja sama dengan banyak musisi. Mereka termasuk Jack Antonoff, Aaron Dessner, Post Malone, dan Florence and the Machine. Jack Antonoff telah menjadi sahabat dan kolaborator Taylor Swift sejak album 1989 (2014).

Sementara itu, Taylor Swift bekerja sama dengan Aaron Dessner di Folklore (2020) bersama pentolan folk tersebut. Sementara itu, album tersebut menandai kolaborasi pertama Swift dengan Post Malone dan Florence dan The Machine.

Album TTPD menampilkan duet Swift dan Malone di lagu “Fortnite”, yang merupakan lagu pembuka dan singel utama album. Video klip lagu ini akan dirilis pada Sabtu (20/04/2024).

Sementara itu, keduanya akan bergabung dengan Florida bersama Florence dan The Machine Edisi Standar album Tortured Poet Division milik Taylor Swift berisi 16 lagu. Empat versi lainnya masing-masing memiliki trek bonus yang tersedia Swift merilis total 20 lagu untuk era TTPD, terbagi dalam 5 sisi (4 sisi standar + 1 lagu bonus) dan 5 versi (1 standar + 4 versi lainnya). 

 

Pada Februari 2024, Swift menyatakan bahwa dia telah menyimpan album The Custard Poet Section selama dua tahun terakhir. Periode ini bertepatan dengan hubungan Swift dengan Joe Alvin yang berakhir enam tahun kemudian. Hubungan mereka dikabarkan berakhir pada April 2023.

Sebelumnya, Taylor Swift memecahkan rekor layanan streaming Spotify Spotify mengumumkan Exiled Poet Division sebagai album yang paling banyak diputar dalam sejarah Spotify.

Pada 18 April 2024, Torted Potts Department milik Taylor Swift menjadi album halaman hitung mundur paling aman dalam sejarah Spotify, tulis akun Spotify melalui X.

Namun, Spotify tidak merinci berapa banyak pengguna yang memiliki bagian album The Custard Poet yang telah dilindungi sebelumnya. Layanan streaming tersebut juga tidak menyebutkan siapa yang memegang rekor tersebut sebelum Taylor Swift.

Menyusul perilisan album, Swift menulis di beberapa akun media sosialnya, “Ini Kejutan 02:00: Divisi Penyair yang Tersiksa adalah album rahasia ganda. Saya telah menulis banyak puisi menyakitkan selama 2 tahun terakhir dan ingin membagikannya semua bersamamu, jadi ini dia.” TTPD: Antologi 15 lagu tambahan dan sekarang cerita ini bukan milikku…itu semua milikmu.”

Saat ini, album tersebut memiliki total 31 lagu dan berdurasi 2 jam 2 menit Jumlah ini merupakan yang tertinggi dari semua album musik Swift

Di kolom komentar terlihat banyak penggemar yang mengaku kaget sekaligus senang Mereka tidak menyangka album ini memiliki begitu banyak lagu tambahan Pasalnya, penambahan 15 lagu merupakan hal yang sangat tidak biasa, dengan jumlah tersebut seorang musisi bisa merilis album baru dibandingkan memiliki lagu lagi.

Apalagi banyak penggemar yang dibuat takjub dengan proses kreatif Swift Diketahui, belakangan ini ia sangat disibukkan dengan konser Eras Tour miliknya yang dimulai pada 17 Maret 2023 dan baru akan berakhir pada 8 Desember 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *