Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Ungkapan Desainer Perhiasan soal Bali Sedang Tidak Baik-Baik Saja Disorot, Sindir Munculnya New Moscow

12
×

Ungkapan Desainer Perhiasan soal Bali Sedang Tidak Baik-Baik Saja Disorot, Sindir Munculnya New Moscow

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta – Perancang perhiasan sekaligus pendiri Wanda House Wanda Ponika bercerita tentang turis asing dan orang asing (WNA) yang telah “menjajah” Bali. Menurutnya, situasi di Pulau Dewata kurang baik, karena terjadi “kolonisasi ekonomi dan harga diri” di sana.

Pada Minggu, 19 Mei 2024, ia memposting di Instagram: “Dari perilaku sembrono mereka di jalan yang terkesan tidak sopan, hingga melakukan tindakan tidak senonoh bahkan merusak situs suci kami.” Uang, dorong mereka!

Wanda mengatakan tindakan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara miskin dan lemah yang tidak mampu bertindak dan memberikan sanksi kepada pelanggarnya. “Sekarang nama New Moscow muncul di peta, dan lokasinya tidak jauh dari Dalong,” ujarnya.

“Mereka membuka usaha dan bekerja dengan visa turis. Pekerjaan mereka beragam, mulai dari guru tari, guru yoga, penata rias, membuka restoran, salon, salon tato, spa dan arsitek, bahkan menjadi kontraktor independen.” (Dia juga menjalankan bisnis penyewaan sepeda motor) “Ini adalah bisnis yang banyak dilakukan oleh orang Bali.”

Wanda pun menceritakan pengalamannya menginap di sebuah vila di Bali yang ternyata milik orang asing. Instagram mereka juga dalam bahasa asing. Saya lupa bahasa Prancis atau Rusia, tambahnya. “Banyak yang seperti itu. Tanahnya disewakan jangka panjang dan ada pula yang dijual. Saya tidak tahu aturannya apa, saya kurang paham.”

Wanda melanjutkan, kasus dugaan “pabrik farmasi” di vila Bali sempat membuat heboh. “Yang harus diwaspadai,” ujarnya. Konsumen dari berbagai bisnis mereka, terutama orang asing di Rusia dan Ukraina, adalah sesama orang asing.

“Komunitasnya di Bali cukup besar. Modelnya saling dukung. Mereka hanya ingin berbelanja dan menggunakan jasa rekan senegaranya, tapi di tanah Bali. Mereka tidak merasa turis asing di Bali lebih banyak. Mereka tidak tidak datang membawa mata uang asing.

Wanda mengatakan, orang asing datang ke Pulau Dewata untuk mengambil kesempatan bersama penduduk setempat. “Waktu SMA, aku lahir dan besar di Bali, persawahan di Kerobokan dan Canggu hijau banget dan asri. Teman-temanku banyak yang tinggal di sana. Sekarang semuanya villa, tidak ada kota sama sekali.” perencanaan.

“Tanpa perencanaan transportasi, Bali akan sangat ramai. Segala sesuatu di Bali semakin mahal. Apakah Anda yakin Bali masih milik kita?” Menteri Sandiaga Uno mengatakan, warga Rusia dan Ukraina yang berbisnis di Bali adalah sebuah peluang.

Wanda kemudian membantah pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut. “Maaf, saya tidak mempunyai kecerdasan untuk memahami hal itu,” katanya.

Ia pun mempertanyakan nasib para pekerja lokal di Pulau Dewata. “Di manakah keadilan bagi kami warga negara Indonesia yang membayar pajak?” “Orang asing menari di tanah kami dan menghasilkan uang, tetapi mereka tidak tahu apakah mereka harus membayar pajak. Apakah Anda benar-benar ingin terus mengajukan visa pada saat kedatangan?”

Wanda mengatakan, penggerebekan terhadap bisnis asing ilegal di Bali harus dilakukan setiap hari. “Kami membutuhkan call center di mana penduduk setempat dapat dengan mudah melaporkan orang asing yang bertindak sembarangan dan melakukan bisnis ilegal di negara asal kami,” tambahnya.

“Sadarkah kita bahwa Rusia, Ukraina, dan negara lain sedang menjajah kita? Mereka bukan turis. Mereka tidak berwisata. Mereka menjajah Bali. Ini soal harga diri bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dalam caption rekamannya, Wanda berharap karyanya dapat menggugah semua pihak dan meningkatkan perhatian serta kesadaran terhadap apa yang terjadi di Bali. “Suara masyarakat dan penyebaran virus saja tidak akan menyelesaikan masalah ini. Pemerintah perlu mengambil kebijakan dan tindakan nyata,” ujarnya.

Banyak netizen yang meninggalkan komentar usai unggahan tersebut. Kisahnya bahkan dibagikan di jejaring sosial lain. “Akhirnya ada yang ngomong,” cuit X, mantan pengguna Twitter.

“Akhirnya bom waktu meledak??😿😿 Dampaknya sebagian dari mereka (warga Bali) suka membedakan turis lokal dan mancanegara. Sebagai turis lokal yang sesekali terluka di tempat wisata di negeri sendiri, saya harap Hal ini berhasil membuka mata dan pikiran para pelanggar di Pulau Dewata. Mereka tidak lebih baik dari penduduk setempat,” kata salah satu warganet.

“Bali dijadikan tempat perlindungan dan surganya mereka sejak perang Ukraina-Rusia. Namun banyak orang asing yang tidak mencatat apa pun, merusak citra dan sekarang Bali tidak nyaman. #savebali. @sandiuno @prabowo @gibran_rakabuming Mau apa lakukan di Bali?

Ada pula yang berkomentar: “Pak Menteri Mas @sandiuno coba simak dan ikuti, sepertinya saya sering membaca dan melihat apa yang bapak tandai ketika berbicara tentang pariwisata khususnya Bali.” Yang lain menyarankan: “Penduduk setempat juga harus ‘keras’ terhadap mereka.” orang asing.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *