Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

3 Hal yang Harus Siap Sebelum Nikah, Cegah Perceraian Terjadi

9
×

3 Hal yang Harus Siap Sebelum Nikah, Cegah Perceraian Terjadi

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta Psikolog Verat Itabiliana Hadiwidjojo mengingatkan pasangan yang ingin menikah agar mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan menikah.

“Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh pasangan yang ingin memulai sebuah keluarga,” kata Vera.

Sebelum menikah, pasangan perlu memastikan kesiapannya baik dari segi fisik, finansial, dan mental. Ketiga hal ini penting dilakukan saat Anda berada di rumah, apalagi sebagai orang tua.

Persiapan sebelum menikah dimulai dengan membina komunikasi yang baik dengan pasangan. Dalam komunikasi tersebut, masing-masing pasangan dapat mengungkapkan rencananya tentang pola asuh seperti apa yang ingin diterapkan, rencana memiliki anak dan membicarakan keadaan ekonominya.

Kemudian, calon pasangan bisa mulai mempersiapkan mental dirinya sebagai orang tua. Belajar juga untuk tidak egois yang dapat merugikan anak ketika pasangan mengalami masalah seperti perceraian.

“Orang tua perlu merendahkan diri agar tidak melibatkan anak dalam masalah orang tuanya,” kata Vera mengutip Antara.

Sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengingatkan calon pengantin tidak hanya mempersiapkan kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental dalam membangun keluarga.

Mulai dari meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi dan menjaga kesehatan tubuh, mempersiapkan kehamilan sebelum konsepsi (persiapan hamil sebelum proses pembuahan) hingga mengikuti kelas pranikah untuk memahami hal-hal penting dalam berkeluarga.

Salah satunya adalah menghindari terjebak dalam hubungan yang tidak sehat (toxic Relationship) dan anak kehilangan arah hidup.

Oleh karena itu, Hasto mengatakan, ada baiknya orang tua memahami pentingnya pendidikan anak dalam keluarga melalui prinsip 3A yaitu asah, kasih sayang, dan pengasuhan.

“Pendidikan agama yang baik diajarkan kepada Asah, ada kasih sayang untuk menyayanginya semaksimal mungkin, dan membesarkannya dengan divaksin, kemudian melindunginya dengan baik,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *