Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Asephi DKI Dorong Wastra Indonesia Lebih Diterima di Luar Negeri

9
×

Asephi DKI Dorong Wastra Indonesia Lebih Diterima di Luar Negeri

Sebarkan artikel ini

detiktegal Lifestyle – Indonesia terkenal dengan kekayaan budaya dan tradisinya, salah satunya tercermin pada seni tekstil tradisional. Vastra yang meliputi berbagai tekstil tradisional seperti batik, tenun, dan songket telah menjadi warisan budaya yang berharga.

Beberapa tahun terakhir, kain Westra Indonesia semakin mendapat perhatian di pasar internasional, termasuk Jepang. Maju cepat, ya?

Hal tersebut diungkapkan Asefi (Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia) DKI Jakarta. Beberapa waktu lalu mereka memperkenalkan produk anggotanya di negeri Sakura. Sebagai program, mereka mengunjungi Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).

“Beberapa waktu lalu kami ke Jepang untuk mempresentasikan baju, aksesoris, dan tekstil yang kami bawa, mereka sangat tertarik dengan produk kami,” kata Ketua BPD ASEPHI DKI 2024-2029 Tita Koshartanto dalam pertemuan belum lama ini.

Ini adalah pertama kalinya mereka melakukan ini. Namun, banyak perubahan yang harus dilakukan agar sesuai dengan pasar Jepang. 

“Rasanya sederhana, jadi kami bertukar pendapat untuk mengetahui produk mana yang lebih populer di Jepang,” ujarnya.

Tita juga mengatakan akan mendatangkan anggotanya untuk melakukan presentasi ke ITPC di negara lain. Namun, dia belum bisa menyebutkan secara pasti negara mana saja yang akan dia kunjungi.

“Dari awal sampai saya kembali ke Indonesia, kemampuan dan koneksi saya hanya di Jepang. Tahun ini saya tidak tahu di mana lagi tahun ini, tapi kami tidak tahu apakah saya terpilih,” dia. dikatakan.

Diketahui sastra Indonesia dengan segala keindahan dan kekayaan budayanya berhasil menarik perhatian dunia, termasuk Jepang. Berkat kerja sama para perajin, desainer, pemerintah dan media, kain Westra tidak hanya menjadi produk tekstil, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan Indonesia di kancah internasional.    Tiongkok memasang 100.000 ranjau laut di Samudera Pasifik, meneror Angkatan Laut AS Tindakan Tiongkok mengancam jalur pelayaran internasional dan perekonomian dunia. detiktegal.co.id 11 Juni 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *