Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Banyaknya Pungli Jadi Alasan Utama Wisatawan Enggan Pergi ke Tempat Wisata

11
×

Banyaknya Pungli Jadi Alasan Utama Wisatawan Enggan Pergi ke Tempat Wisata

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di sejumlah tempat wisata belakangan ini semakin meningkat dan menyita perhatian media sosial. Situasi ini membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraft) Sandiaga Salahuddin Uno juga melakukan pungutan liar di Kurug Ciburial, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Ini harus kita pendekatan dengan kuat karena kita sedang berkoordinasi dengan aparat pemerintah daerah dan juga ada kelompok sadar wisata yaitu pokdarwis. Kita juga berharap pemerintah dan pengelola pariwisata bisa bekerja sama untuk mengatasi masalah pungli ini,” ujarnya. Sandiaga Uno dalam pengarahan mingguan bersama Sandi Uno yang digelar dalam mode hybrid di Jakarta, Senin (6/5/2024).

“Kurug merupakan desa wisata di Ciburial yang sering dikunjungi. Kami ingin tempat wisata di Indonesia terbebas dari permasalahan pungli, bahkan di desa wisata tidak hanya di Kurug Ciburial dan Pantai Bira saja, tapi juga di kawasan wisata lainnya. dan negara,” lanjutnya.

Pria yang biasa disapa Sandi ini menambahkan, operator tur dan pemerintah setempat tidak boleh membiarkan atau menoleransi segala bentuk pungutan liar di tempat wisata.

Ia khawatir permasalahan pungli bisa mempengaruhi minat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata lokal. Tak hanya merugikan pengunjung, kata Sandi, kasus pungli juga bisa merugikan pariwisata dalam negeri dan pelaku kreatif, termasuk UKM dan masyarakat lokal.

“Pungutan liar ini menjadi salah satu alasan utama wisatawan menghindari mengunjungi tempat wisata karena semua orang ingin berwisata untuk mendapatkan pengalaman yang berkesan dan tempat yang indah dan menawan. sendiri,” jelasnya.

Tidak hanya memberikan sanksi kepada pelanggar pungli, lanjut Sandi, namun juga memberikan edukasi kepada pengelola dan masyarakat sekitar agar dapat menarik wisatawan berkualitas dan tempat wisata yang nyaman. Sandi juga mengungkapkan, anaknya Suleman baru-baru ini menikmati jalan-jalan ke berbagai air terjun di Sentul, namun dia tidak pernah mengatakan jika dia juga diperas.

“Saya masih belum tahu apakah Suleman dilanggar saat berangkat. Yang jelas pelaku pemerasan terhadap Kurug Ciburyan ditangkap dan meminta maaf. Saya berharap kasus seperti itu tidak terulang lagi,” ujarnya.

Beberapa hari lalu, dalam video viral yang dibagikan Instagram @prasastihikmah, terlihat seorang pria membayar 40 ribu GEL untuk sebuah mobil. Saat ditanya apakah ada tiket masuknya, dia menjawab tidak ada, sambil menambahkan: “Pos pertama ada jalan, pos kedua ada pariwisata. Saya berhak di sini, bukan turis.”

 

Ia juga mengatakan jika dipecat, ia akan berhenti karena “dipermalukan oleh orang lain”. Setelah menyerahkan uang, dia berkata, “Jangan lakukan itu lagi,” sambil berjalan meninggalkan mobil. Hikma mengaku kaget karena ini bukan pertama kalinya ia mengunjungi tempat tumbang tersebut.

Dalam video yang diunggah pada 1 Mei 2024, ia menulis: “Itu jalan umum tapi masih ada uang. Katanya mereka menyeberang jalan padahal itu jalan umum. Orang ini marah karena tidak melakukannya. Kami tidak melakukannya. Berhenti, malah ada mobil yang menabrak kita, menepi.” Sementara itu, pada caption unggahannya, ia mengungkapkan: “Wah, di mana saya harus tag jika itu?”

Bagaimana pariwisata di Bogor bisa maju kalau banyak yang begini huhu, malah saya suka air terjun di Sentul. Izin tag Pak @sandinuno 🙏, lanjutnya melalui akun Instagram Menparekraf. Ekonomi Sandiaga Uno. .

Melalui pesan di Instagram, Hickmah menjelaskan kepada Lifestyle Detik Tegal pada Kamis, 2 Mei 2024, “Saya sudah tiga kali ke (Curug) Ciburial dan masih parkir (mobil). Katanya itu jalan umum, tanah bapaknya, mau tidak mau.

 

Usai perawatan tersebut, ia dan rombongan menginformasikan kepada direktur pariwisata Kurug Ciburial. “Direktur (Chirug) Ciburial mengatakan tidak perlu adanya layanan tersebut karena masyarakatnya tidak jelas, tidak tahu apa fungsi dan tujuannya,” ujarnya.

Hikma melanjutkan, “Saudara-saudaranya juga bersikeras bahwa itu bukan pemerasan. Ayahnya benar-benar bersikeras agar mobilnya berhenti, jika tidak, mereka mengejarnya, memukulinya dengan kejam (dengan mobil).

Dalam rekaman tersebut, pria dalam video viral tersebut terdengar meminta maaf. “Saya tidak akan melakukan penarikan ilegal ini lagi,” kata pria tersebut, membenarkan bahwa dia adalah pria dalam video yang banyak dibicarakan tersebut.

Hick berharap: “Mudah-mudahan pungli benar-benar hilang karena kalau liburan di hari seperti ini, saya suka ke air terjun di sekitar Sukamakmuri, di sini di Bogor. Mereka juga minta tanjung (Rp) 10 ribu, ( Rp) 10 ribu , lama kelamaan bagus juga, wisata ke sana bagus banget, sayang kalau masyarakat tidak mau pungli. lagi. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *