Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Dokter Anjurkan Konsumsi Kacang-Kacangan dan Hindari Gorengan bagi Pasien Stroke

14
×

Dokter Anjurkan Konsumsi Kacang-Kacangan dan Hindari Gorengan bagi Pasien Stroke

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Batavia – Penderita wabah dianjurkan makan kacang kenari. Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Dr Mahar Marjano Batavia, dr Benny Relianto mengatakan, kacang kenari mengandung banyak lemak.

“Yang hijau direkomendasikan karena memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi dan baik untuk mencegah stroke di kemudian hari,” kata Beni, seperti dilansir Intra, dalam wawancara tentang stroke di Batavia, Kamis.

Makanan dengan kadar karbohidrat tinggi, kata Binney, baik dikonsumsi saat terkena stroke untuk mencegah peradangan.

Selain buah-buahan, makanan lain yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah buah-buahan dan sayuran berwarna merah atau ungu, seperti apel, anggur, kol ungu, dan bayam ungu.

Namun Benny mengimbau masyarakat untuk tidak banyak mengonsumsi jenis buah seperti pisang, terutama bagi penderita diabetes agar tidak meningkatkan kadar gula darah.

“Jadi jangan semuanya dihindari, tapi juga jangan dipakai semuanya,” kata Benny.

Benny kemudian menyarankan pasien stroke untuk menghindari makanan tinggi lemak seperti gorengan dan makanan yang mengandung santan.

Kedua jenis makanan ini bisa meningkatkan kadar kolesterol hingga meningkatkan risiko stroke, ujarnya.

“Jika Anda pernah mengalami stroke darah tinggi, sebaiknya batasi garam atau makanan asin seperti sarapan pagi yang banyak bumbu. Namanya Beni Relianto.

Selain itu, Beni juga mengimbau masyarakat untuk mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah agar terhindar dari penyakit stroke.

“Gula darah, tekanan darah, dan kolesterol perlu kita kendalikan karena bisa menjadi faktor risiko stroke,” ujarnya.

Stroke, kata Benny, bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Kadar gula darah dan kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pada otak, yang juga meningkatkan risiko stroke.

Benny melanjutkan, baik stroke tersumbat (iskemik) maupun stroke pecah pembuluh darah (hemoragik) memiliki tatalaksana dan mekanismenya masing-masing.

“Jika kita mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini, maka stroke adalah salah satu penyebabnya.” Oleh karena itu, pasien stroke harus diperiksa di rumah sakit, baru kemudian ditanyakan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *