Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Dokter Imbau Masyarakat Tak Ragu Periksa Gigi dan Mulut Meski Sedang Puasa

7
×

Dokter Imbau Masyarakat Tak Ragu Periksa Gigi dan Mulut Meski Sedang Puasa

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta Kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masih sangat rendah.

Padahal, kesehatan gigi dan rongga mulut mempunyai pengaruh yang besar terhadap kesehatan tubuh.

Ketua Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Usman Sumantri mengatakan dalam hal ini pembelajaran sepanjang hayat tetap menjadi prioritas untuk membantu masyarakat meningkatkan perilaku dan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut.

“Untuk itu, kami terus mengajarkan pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, serta rutin mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan sekali,” kata Usman. dalam rangka Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia bersama Pepsodent di Bandung, Rabu 20 Maret 2024.

Karena Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, Usman juga memberikan edukasi untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat terhadap perawatan gigi selama puasa.

Pada tahun 2018, keresahan tersebut membuat PDGI Kota Bandung meminta fatwa kepada Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung (MUI).

“Jika dilihat dari sudut pandang medis dan agama, berbagai prosedur seperti pembersihan karang gigi, pencabutan gigi, atau penambalan gigi tidak membatalkan puasa.”

Pembahasan lebih detail mengenai kedokteran gigi dapat dilihat pada Fatwa MUI Kota Bandung: 250/E/MUI-KB/V/2018, lanjut Usman.

Untuk menghimbau masyarakat agar memeriksakan gigi saat puasa, Dai Nasional disertifikasi oleh MUI dan Kementerian Agama RI Ustaz Dr. Zulkarnain Muhammad Ali, SE., MSi., Ph.D pun memberikan pernyataan.

“Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan nikmat yang begitu banyak kepada manusia.” “Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga karunia Tuhan, termasuk gigi kita, yang penting selalu dijaga kebersihannya,” kata Zulkarnain dalam kesempatan yang sama.

Terbukti dari Nabi Muhammad SAW yang selalu memperlihatkan siwak setiap mandi, meski sedang berpuasa, lanjutnya.

Selain itu, seorang muslim wajib mengutamakan kesejahteraan dirinya sendiri, termasuk giginya. Salah satu Imam Majhabi seperti Imam Malika mengatakan, puasa itu makruh bagi orang yang sudah tua (sakit) seperti sakit gigi yang parah.

Sakit gigi harus segera diobati untuk mencegah kerusakan lebih lanjut (efek negatif). Seperti ketika penyakit baru muncul, penyakitnya semakin parah, atau terasa sakit yang luar biasa.

“Jangan biarkan puasa membuat Anda berhenti memikirkan kesehatan gigi, namun usahakan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut agar dapat memaksimalkan konsentrasi dalam menjalankan seluruh ibadah Ramadhan yang dilaksanakan setahun sekali. dia menjelaskan.

Keengganan masyarakat untuk memeriksakan gigi saat puasa membuat kunjungan ke dokter gigi menurun selama bulan Ramadhan.

Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Indonesia (ARSGMPI) Julita Hendratini.

“Selama bulan Ramadhan terjadi penurunan kunjungan pasien di sejumlah perguruan tinggi FKG RSGM di berbagai kota. Misalnya di RSGM FKG Universitas Gadjah Mada Yogyakarta angkanya turun 20 persen, ujarnya.

“Sedangkan di RSGM FKG Universitas Padjadjaran Bandung sebesar 35 persen. “Bahkan di RSGM FKG Universitas Sumut Medan bisa mencapai 50 persen.”

Padahal, lanjutnya, kunjungan ke dokter gigi tetap bisa dilakukan dan tidak boleh ditunda bagi mereka yang memiliki masalah gigi agar kondisinya tidak semakin parah. Jika masalah gigi menjadi lebih serius, maka akan memerlukan lebih banyak waktu, tenaga dan uang untuk mengobatinya.”

Salah satu publik figur yang mengaku ragu memeriksakan giginya ke dokter saat berpuasa adalah Citra Kirana.

“Pernah saya sakit gigi yang sangat tidak nyaman dan menyulitkan dalam beraktivitas. Selain sakit gigi yang tak lekang oleh waktu, juga muncul saat Ramadhan. “Saya tentu khawatir kalau ke dokter gigi akan membatalkan puasa saya.

“Tetapi setelah mendengar pembahasan hari ini, saya lega, saya dan keluarga semakin bertekad untuk terus berkonsultasi ke dokter gigi, meski di bulan Ramadhan.” “Tentunya disertai dengan kebiasaan menjaga kesehatan gigi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *