Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Kementan Gelar Apel Siaga di Jatim, Serahkan Ribuan Pompa Air untuk Tingkatkan Produksi Padi

9
×

Kementan Gelar Apel Siaga di Jatim, Serahkan Ribuan Pompa Air untuk Tingkatkan Produksi Padi

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Surabaya Panggilan Siaga Alat Mesin Pertanian (Alcintan) Kodam Lapangan Kementerian Pertanian (Kementan) yang dilakukan V Brawijaya, Surabaya. Pada acara tersebut, 3.700 unit pompa air dikerahkan sebagai bentuk mekanisasi tertinggi untuk mencapai target produksi beras 2 juta ton di Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Bisa dibayangkan 380.000 hektare curah hujan di Jawa Timur. Kalau hanya 300.000 kita tambah menjadi 2 atau 3 tanaman, artinya peningkatan produksi padi di Jatim mencapai 2 juta ton. bisa memenuhi 50% kebutuhan, sehingga 50% bisa menyelesaikan permasalahan di Jatim,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Kamis (18/4).

Menteri Pertanian Amran menegaskan, penggunaan pompa di setiap daerah akan dievaluasi untuk mengoptimalkan penerapan sistem dan meningkatkan produksi padi di setiap daerah.

“Penyediaan pompa ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan produksi beras dalam negeri. “Saat ini bantuan ke Jatim sekitar 200 miliar rubel, terutama untuk pompa, dan jika dalam dua minggu hingga satu bulan ke depan sudah terpasang, kami akan menambah bantuannya,” kata Menteri Pertanian Amran.

Namun, lanjut Amran, jika pompa tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik maka pompa tersebut akan ditarik dan didistribusikan kembali ke daerah yang lebih membutuhkan.

“Harus tegas agar semua bisa bersaing meningkatkan produksi,” kata Menteri Pertanian Amran.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Rafael Granada mengucapkan terima kasih atas bantuan pompa yang diberikan kepada masyarakat kaya Jawa Timur. Ia optimistis bantuan tersebut akan mendongkrak produksi beras di Jatim.

“Hari ini petani kita mendapat bantuan dari Menteri Pertanian sebanyak 3.700 unit pompa. Kami berharap dapat meningkatkan indeks tanam petani dua kali setahun dan menambah luas tanam sekitar 180.000 hektar. Jatim berpotensi meningkatkan produksi sekitar 2 juta ton,” kata Pangdam.

Sementara itu, Ali Jamil, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), menjelaskan potensi lahan sawah tadah hujan di Jatim seluas 244.000 hektar. Diharapkan dapat menyumbang produksi GKG sebanyak 1,2 juta ton dengan rendemen 5 ton per hektar.

“Jadi kami berharap dengan kampanye ini indeks penanaman yang awalnya IP 1 menjadi IP 2,” kata Ali Jamil.

Dari 3.700 lokasi pompa air, tersebar di 21 kabupaten/kota di Jatim. Penggunaan mesin dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Dikatakannya, misalnya pada bidang budidaya dapat meningkatkan efisiensi jam kerja sebesar 97,4%, menurunkan biaya tenaga kerja sebesar 40%, dan meningkatkan efisiensi jam kerja pada penanaman sebesar 98%, serta mengurangi waktu kerja sebesar 20%. .

Ali menambahkan, seluruh komponen saling bersinergi untuk meningkatkan produksi pangan. Mulai dari petani, kelompok tani, penyuluh, bayi dan masih banyak lagi.

“Acara ini juga merupakan nota kesepahaman antara Panglima TNI dengan Menteri Pertanian, Menteri Pertanian. Mesin-mesin di area tersebut tepat sasaran,” kata Ali.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *