Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Menko Airlangga Sebut Indonesia Jauh dari Jurang Resesi, Ini Faktornya

7
×

Menko Airlangga Sebut Indonesia Jauh dari Jurang Resesi, Ini Faktornya

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia masih jauh dari resesi di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2024 sebesar 5,11%.

“Pertumbuhan ekonomi kita termasuk yang tertinggi, dan kalau kita lihat dari berbagai lembaga pemeringkat, mereka memberikan penilaian yang positif,” kata Airlangga Hartarto, Selasa, saat Rakernas Percepatan dan Penilaian Awal PSN (5/2019). . 14/2024).

Airlangga menambahkan, berbagai indikator makroekonomi di Indonesia menunjukkan kondisi yang baik dan stabil dibandingkan negara lain. Inflasi Indonesia pada April 2024 akan sebesar 3%, lebih rendah dibandingkan negara sejenis. Indonesia hanya kalah dari Korea Selatan dan Jerman yang inflasinya masing-masing sebesar 2,9 persen. dan 2,2 persen

Sementara itu, Airlangga melaporkan PMI Indonesia masih berada pada level ekspansif sebesar 52,9%, dan Indonesia menjadi salah satu negara yang tetap stabil meski ada tekanan global. Hal ini tercermin dari kemungkinan terjadinya resesi di Indonesia hanya 1,5 persen, lebih rendah dibandingkan hampir semua negara lain.

Menurut Airlanggi, berdasarkan berbagai penelitian, kemungkinan resesi di Indonesia termasuk yang terendah di dunia dibandingkan negara lain seperti Jerman (60%), Italia (55%), Inggris (40%), Australia (32%). ,5%), Amerika Serikat (30%), Thailand (30%) dan Rusia 17,5%, Korea Selatan 15%, China 12,5%. dan Indonesia 1,5 persen.

“Kemungkinan terjadinya resesi di Indonesia hanya 1,5 persen, lebih rendah dibandingkan hampir semua negara lain,” ujarnya.

Secara geografis, perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi di wilayah timur, yakni di Provinsi Maluku dan Papua sebesar 12,15 persen, Sulawesi sebesar 6,35 persen. dan Kalimantan sebesar 6,17 persen.

“Pertumbuhan ekonomi di ketiga wilayah ini terutama didorong oleh aktivitas pertambangan, industri logam, dan pengembangan IKN,” tutupnya.

 

Sebelumnya, pada triwulan I tahun 2024, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,11%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri manufaktur merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan sektor industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,86%. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan IV tahun 2023.

“Jika kita melihat sumber pertumbuhan pada triwulan I tahun 2024, sumber pertumbuhan terbesar adalah sektor manufaktur (0,86%). Sumber pertumbuhan manufaktur lebih tinggi dibandingkan triwulan IV tahun 2023, namun lebih rendah dibandingkan triwulan I tahun 2023.” – kata Amalia dalam pengumuman resmi statistik, Senin (05/06/2024) Jakarta.

Selain industri manufaktur, Amalia menyebutkan kontribusi lainnya. Misalnya konstruksi 0,73 persen, pertambangan sumber pertumbuhan 0,68 persen. dan perdagangan sebesar 0,60 persen.

Secara khusus, industri manufaktur terus tumbuh didukung oleh kuatnya permintaan dalam dan luar negeri. Industri makanan dan minuman antara lain mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,87%, ditopang oleh meningkatnya permintaan makanan dan minuman dalam negeri selama Ramadhan dan persiapan libur lebaran.

“Industri logam dasar tumbuh 16,57 persen didorong oleh meningkatnya permintaan luar negeri terhadap produk logam dasar seperti besi dan baja,” kata Amalia.

Selain itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mencatat pertumbuhan sebesar 8,01 persen seiring dengan peningkatan permintaan di pasar dalam dan luar negeri.

 

Selanjutnya, sektor konstruksi mengalami pertumbuhan yang solid seiring dengan perluasan proyek infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah dan pelaku ekonomi swasta.

Peningkatan ini tentunya seiring dengan pelaksanaan belanja modal pemerintah untuk konstruksi, serta peningkatan produksi dan penjualan semen, jelasnya.

Selanjutnya, sektor pertambangan dan penggalian berkembang signifikan, didukung oleh permintaan dalam dan luar negeri. Misalnya, penambangan bijih logam meningkat sebesar 34,36%, didukung oleh peningkatan pertumbuhan penambangan bijih tembaga untuk memenuhi permintaan dalam dan luar negeri.

“Penambangan batubara keras dan lignit meningkat sebesar 9,72 persen seiring dengan peningkatan konsumsi batubara dalam negeri dan ekspor,” ujarnya.

Dan perdagangan besar dan eceran; Reparasi mobil dan sepeda motor mencatat pertumbuhan positif seiring dengan meningkatnya produksi dalam negeri dan impor. Peningkatan ini juga didukung oleh waktu Ramadhan dan persiapan libur Idul Fitri yang bertujuan untuk meningkatkan indeks perdagangan ritel.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan positif pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2024. Perekonomian Indonesia berpotensi tumbuh 5,11%. dari Januari hingga Maret 2024

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 meningkat dibandingkan triwulan I 2023.

“Produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp5.288,3 triliun, PDB atas dasar harga konstan sebesar Rp3.112,9 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I tahun 2024 dibandingkan triwulan I tahun 2023 atau year-on-year” tahun “meningkat sebesar 5,11 persen,” kata Amalia dalam siaran pers resmi, Senin pekan lalu di Jakarta.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang positif didukung oleh kinerja perekonomian dalam negeri yang terjaga. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen kali ini juga meneruskan tren pertumbuhan stabil yang selama ini berada di kisaran 5 persen.

Amalia melaporkan, pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2024 merupakan yang tertinggi sejak tahun 2019 pada kategori pertumbuhan ekonomi triwulan I.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 nampaknya berpeluang mengungguli sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Singapura.

Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh di bawah perkiraan pada kuartal I-2024. Realisasi pertumbuhan ekonomi AS lebih rendah dari perkiraan awal tahun.

Menurut CNBC International, Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS mengumumkan bahwa produk domestik bruto (PDB), atau pertumbuhan ekonomi, tumbuh 1,6% pada kuartal pertama tahun 2024.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom yang disurvei Dow Jones yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 2,4%, menyusul pertumbuhan kuartal IV 2023 sebesar 3,4% dan periode sebelumnya sebesar 4,9%.

Belanja konsumen AS juga menurun, hanya mencapai 2,5% pada kuartal pertama tahun 2024 dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 3,3% pada kuartal keempat, di bawah perkiraan Wall Street sebesar 3%. pertumbuhan ekonomi Singapura

Sementara itu, perekonomian Singapura juga hanya tumbuh sebesar 2,7% year-on-year pada kuartal pertama tahun 2024. Menurut Channel News Asia, angka pertumbuhan ekonomi Singapura ini lebih rendah dari perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg sebesar 3%. Sektor jasa menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan berkat lebih banyak kunjungan wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *