Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Pengusaha Malaysia Investasi Rp 1 Triliun di Sulsel, Garap Apa?

7
×

Pengusaha Malaysia Investasi Rp 1 Triliun di Sulsel, Garap Apa?

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta Pengusaha Malaysia Dato’ Mohd Emir Mavani Abdullah akan berinvestasi di Sulawesi Selatan. Tak main-main, jumlahnya mencapai 80 juta USD atau setara Rp 1 triliun.

Acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) Sulawesi Selatan dengan Dato’ Emir Mavani dilaksanakan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, pada Jumat, 26 April 2024. Acara penandatanganan tersebut dilakukan turut disaksikan oleh Pj Gubernur Dewan. Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin.

Pada kesempatan tersebut, Perseroda Sulsel juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan sejumlah perusahaan yang akan ikut menjalin kerja sama dengan investor asal Malaysia. Diantaranya ZWD SDN BHD Solution terintegrasi, Kawan Engineering SDN BHD, PT. Perkebunan Nusantara 1 Wilayah VIII, PT. Industri Perkapalan Indonesia (Persero), PT. Shinwaya Putra Karuna dan PT. Asuransi Umum Takaful.

Kerjasama Perseroda Sulsel dengan ZWD Integrated Solutions SDN BHD di bidang pengolahan biomassa (implementasi Circular Transition to a Clean Renewable Crop Economy (CEZRA)).

Kedua, dengan perusahaan KAWAN Engineering SDN BHD yang bergerak di bidang Integrated Palm Oil Complex.

Ketiga, PT Perkebunan Nusantara 1 Wilayah VIII melakukan kerja sama di bidang pengembangan kelapa sawit dan pengolahan biomassa.

Keempat, PT Industri Kapal Indonesia (Persero) melakukan kerja sama di bidang pengembangan dan pemanfaatan sumber daya serta pengelolaan aset.

Selain itu juga kerjasama dengan KAWAN Engineering Sdn. Bhd., PT. Shinwaya Putra Karuna dan PT. Asuransi Umum Takaful, dalam rangka pembangunan, pengelolaan perkebunan kelapa sawit, pembangunan pabrik kelapa sawit dan asuransi di provinsi Sulawesi Selatan.

Pj Direktur PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), Machmud Achmad, pada Mei lalu mengatakan pihaknya akan segera mulai membangun komitmen dengan seluruh perusahaan terkait, tentunya dengan seluruh investor asing.

Bulan depan kami akan bekerja sama dengan investor Malaysia, serta PTPN dan PT IKI yang akan mengelola pabrik minyak goreng dan pabrik lainnya, kata Machmud Achmad.

Dia menjelaskan investor pada akhirnya akan berpartisipasi dalam kerja sama ini. Ada yang memproduksi minyak goreng, ada yang mengolah limbah sawit menjadi pupuk, ada yang menyediakan bahan baku pembangunan pabrik dan kebutuhan perkebunan sawit. Total nilai investasi mencapai Rp 1 triliun.

“Dan nilainya 80 juta USD atau setara hampir Rp 1 triliun untuk satu wilayah. Itu dari bercocok tanam, membangun pabrik dari CPO hingga menjadi minyak goreng. Minyak goreng pertama akan diproduksi dengan teknologi tersebut. Kapasitasnya 30 juta liter per tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Investor asal Malaysia, Dato’ Emir Mavani mengaku sangat senang bisa ikut serta dalam peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Perseroda Sulsel dan Pemprov Sulsel yang telah mempercayakan investasi di Sulsel.

Dato’ Emir dalam sambutannya mengatakan: “Yang kita inginkan adalah bagaimana meningkatkan perekonomian di Sulawesi Selatan, tidak hanya di Malaysia tetapi juga dunia. Selain itu, di sini ada minyak sawit, pembakaran gas dan banyak kemungkinan lainnya”.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengatakan Perseroda Sulsel menorehkan sejarah dengan menandatangani Nota Kesepahaman dengan investor Malaysia dan beberapa perusahaan serta BUMN.

“Hari ini yang paling penting karena ini sejarah,” kata Bahtiar. Apa yang kita lakukan hari ini adalah perbincangan mengenai ekonomi hijau dan hal ini akan berdampak besar pada dunia kita.”

Selain itu, Bahtiar juga menjelaskan, selain potensi pertanian dan kelautan, Sulawesi Selatan memiliki beberapa daya tarik wisata seperti Takabonerate di Selayar, Pantai Bira di Bulukumba, Wisata Budaya di Toraja dan masih banyak lagi daya tarik wisata lainnya.

“Kita punya potensi wisata, ada Takabonerate di Selayar, ada Bira di Bulukumba yang pasirnya putih,” kata Bahtiar. Dan senjata kita adalah sumber makanan khusus. Mungkin ada ikan air tawar di Wajo, Sidrap, Luwu Timur.”

Begitu pula di bidang pertanian, Pemprov Sulsel melakukan penghijauan dengan menanam pisang cavendish, sukun, nangka dan beberapa pohon lainnya.

“Roti itu endemik di Sulsel dan akan menjadi daerah penghasil roti terbesar di dunia. Pengusaha di Sulsel banyak, tapi sampai saat ini mereka harus jalan sendiri.” “Dukunglah seluruh pengusaha,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *