Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Pentingnya Rating Usia di Film, Jangan Sembarangan Izinkan Tontonan untuk Anak

10
×

Pentingnya Rating Usia di Film, Jangan Sembarangan Izinkan Tontonan untuk Anak

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta Rating usia sebuah film menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan layak tidaknya sebuah film ditonton bersama anak-anak. Sebelum mengajak anak ke bioskop, sebaiknya orang tua memperhatikan rating filmnya. Hal ini tidak hanya untuk memastikan bahwa pengalaman menonton mereka aman, tetapi juga untuk memastikan bahwa hiburan yang mereka terima sesuai dengan perkembangan mereka.

Menurut Lucy Brett, pakar di British Film Council, rating usia pada film memberikan panduan yang jelas kepada orang tua. Hal ini membantu mereka mengambil keputusan yang tepat mengenai konten yang sesuai untuk anak-anak mereka. Bioskop secara legal memantau film dengan rating usia 12, 15, atau 18 tahun, dengan mengatakan bahwa hanya mereka yang memenuhi persyaratan usia tersebut yang boleh menontonnya.

Setiap film dibuat untuk target pasar yang berbeda-beda, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Oleh karena itu, memahami perbedaan rating usia dalam film merupakan langkah penting dalam memilih hiburan yang tepat untuk keluarga. Berikut analisis tambahan rating usia film yang dihimpun Detik Tegal dari berbagai sumber, Senin (22/4/2024).

Menonton film yang sesuai dengan usia merupakan hal yang penting karena dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap tumbuh kembang anak. Peringkat usia pada film membantu menentukan batasan yang sesuai untuk tahap perkembangan anak. Kegiatan menonton yang bertujuan untuk hiburan hendaknya tidak berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.

Menonton film dengan rating usia yang tidak sesuai dengan usia anak dapat membuat anak terpapar pada konten yang tidak sesuai dengan pemahaman dan kedewasaannya. Misalnya, ada film kekerasan yang jika ditonton oleh anak-anak akan berdampak negatif pada psikologinya.

Selain itu, film fantasi seringkali menggambarkan situasi yang membesar-besarkan kenyataan. Hal ini dapat menciptakan harapan dan ekspektasi yang tidak realistis serta menimbulkan trauma seperti ketakutan, kecemasan, dan mimpi buruk. Tentu kita tidak ingin situasi seperti itu terjadi pada anak kita bukan?

Itu sebabnya penting bagi orang tua untuk memilih acara berdasarkan usia anak. Film bisa menjadi wadah untuk mendidik anak. Namun ada dampak negatifnya jika tayangan yang ditonton tidak sesuai dengan usianya.

Jika Anda ingin mengajak anak menonton film di bioskop, ada baiknya memilih film untuk segmen anak-anak. Dengan cara ini, anak-anak dapat menikmati hiburan dengan aman dan terhindar dari risiko terkena dampak negatif dari konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Pemeringkatan usia di Indonesia diatur dengan Keputusan Pemerintah No. 2000. 18 Tahun 2014 tentang Lembaga Sensor Film dan Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (PKPI) pada Pasal 33 PKPI 02 Tahun 2012 Peringkat film

Pemeringkatan ini diatur berdasarkan Keputusan Pemerintah No. 2000. 18 Tahun 2014 tentang Lembaga Sensor Film. Penonton film sebaiknya mempertimbangkan rating ini sebelum memutuskan untuk menonton sebuah film, sehingga mereka dapat memilih konten yang sesuai dengan usia dan tingkat kedewasaan mereka. All Ages (SU): Film dengan konten untuk segala usia, termasuk anak-anak. 13+: Film dengan konten yang mungkin tidak cocok untuk anak di bawah 13 tahun. 17+: Film dengan konten yang cocok untuk pemirsa berusia 17+ saja. 21+: Film dengan konten yang cocok untuk penonton berusia 21+ saja. Peringkat TV

Pemeringkatan ini diatur berdasarkan Keputusan Pemerintah No. 2000. 18 Tahun 2014 tentang Lembaga Sensor Film. Penonton film sebaiknya mempertimbangkan rating ini sebelum memutuskan untuk menonton sebuah film, sehingga mereka dapat memilih konten yang sesuai dengan usia dan tingkat kedewasaan mereka. SU (Semua Usia): Program untuk semua usia 2 tahun ke atas. P (Anak Prasekolah): Program khusus untuk anak prasekolah usia 2-6 tahun. A (Anak-anak): Program untuk anak usia 7-12 tahun. R (Remaja): Program untuk remaja usia 13-17 tahun. D (Dewasa): Program untuk remaja dan dewasa di atas 18 tahun.

Amerika menggunakan kelompok pemeringkat usia Motion Picture Association of America (MPAA). Kumpulan lima kategori ini dimaksudkan untuk memandu pemirsa mengenai konten film yang ingin mereka tonton. G (Audiens Umum): Kategori ini ditujukan untuk semua audiens tanpa batasan usia. Film dengan rating G dinilai aman ditonton oleh semua penonton, termasuk anak-anak, tanpa ada unsur yang mengganggu atau tidak pantas. PG (Bimbingan Orang Tua): Film dengan rating PG mengandung konten atau elemen yang mungkin tidak cocok untuk anak kecil. Meski demikian, film ini tetap bisa ditonton di bawah pengawasan orang dewasa. PG-13 (Bimbingan Orang Tua Di Bawah 13 Tahun): Film dengan rating PG-13 mengandung konten atau elemen yang tidak cocok untuk ditonton sendiri oleh anak di bawah 13 tahun. Remaja dan anak-anak di bawah 13 tahun harus didampingi oleh orang dewasa saat menonton film dengan rating ini. R (Dibatasi): Film berperingkat R berarti film tersebut tidak cocok untuk pemirsa berusia di bawah 17 tahun kecuali didampingi oleh orang dewasa atau orang tua. Konten dalam film dengan rating R mungkin berisi adegan atau tema dewasa dan sensitif. NC-17: Kategori ini ditujukan untuk penonton muda berusia 18 tahun ke atas dan dewasa. Film dengan rating NC-17 tidak ditujukan untuk penonton di bawah 17 tahun atau anak-anak. Film dengan rating ini mungkin berisi konten yang sangat eksplisit atau kontroversial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *