Scroll untuk baca artikel
Olahraga

PSSI Kecam Ulah Warganet Indonesia Lakukan Serangan Rasisme kepada Guinea di Medsos

8
×

PSSI Kecam Ulah Warganet Indonesia Lakukan Serangan Rasisme kepada Guinea di Medsos

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta – Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Olimpiade 2024 karena kalah dari Guinea di babak play-off, Kamis, 9 Mei 2024, tak diterima sebagian suporter. Mereka mengungkapkan kekesalannya dengan menyerang akun media sosial Guinea dan beberapa pemainnya. Serangan kali ini bersifat rasis.

Beberapa pemain Indonesia kedapatan melakukan serangan rasis di media sosial Guinea saat pertandingan berakhir 0-1. Banyak yang menggunakan emoji atau meme bergambar monyet. Ivins Moriba, yang mencetak satu-satunya gol kemenangan Guinea, juga menjadi sasaran serangan rasis.

PSSI segera meminta maaf kepada Federasi Sepak Bola Guinea. PSSI pun mengecam keras tindakan segelintir suporter yang mengungkapkan kekecewaannya karena tim besutan Shin Tae-yong dikalahkan dengan hinaan rasial.

Mari kita bersama-sama menjaga sportivitas dan mendeklarasikan kita melawan SARA dan rasisme dalam sepak bola. Bangsa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi keberagaman dan sportivitas. Timnas Indonesia prihatin dengan segala macam perkataan dan komentar rasis dari masyarakat. Media All komentar “Negatif ini Tim Sepak Bola Nasional Indonesia sangat tersentuh dengan nilai sebenarnya dari dukungan para penggemarnya,” kata PSSI dalam pernyataannya.

! Kunjungi akun media sosial. “

“PSI @pssi dan Timnas Indonesia @timnas.indonesia, kami menghormati penuh keberagaman dan menerima semua budaya dengan pikiran terbuka. Sebagai bangsa, kami selalu menentang rasisme dan ujaran kebencian.”

Pesepakbola Indonesia memang kerap melontarkan serangan rasis di media sosial. Beberapa pesepakbola Eropa yang berlaga di kompetisi seperti Liga Inggris pernah mengalami hal tersebut sebelumnya.

Kasus yang paling menggemparkan adalah rasisme terhadap bintang Crystal Palace Wilfried Zaha di dunia maya. Zaha mendapat pelecehan rasial pada Oktober 2021 setelah Palace menang 2-0 atas Manchester City. Zaha membuat marah fans City di pertandingan ini. Mantan pemain Manchester United itu menjadi bintang kemenangan Palace.

Melalui Instagram, Wilfried Zaha mengungkapkan dirinya sempat menerima sejumlah DM berisi pelecehan rasis dari fans City yang kecewa dengan kekalahan di Palace. Zaha menerima pesan rasis ini dari berbagai negara.

Di antara beberapa pesan rasis yang diterima Zaha adalah yang dikirimkan oleh generasi muda Indonesia. Dia menulis kata-kata Swart dan disertai dengan penggunaan bahasa Indonesia.

Dua pemain Manchester United, Axel Tuanzebe dan Anthony Martial, juga mendapat serangan rasis dari pemain kriket Indonesia. Legenda MU Rio Ferdinand geram. Ferdinand meledakkan derek untuk mengejek para rasis. Diketahui banyak nama pengguna penjahat rasis yang menggunakan nama yang sama dari Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *