Scroll untuk baca artikel
Edukasi

Puluhan Siswi SMP di Magetan Lukai Diri Sendiri, Ini Penyebab dan Cara Atasi Self Harm

10
×

Puluhan Siswi SMP di Magetan Lukai Diri Sendiri, Ini Penyebab dan Cara Atasi Self Harm

Sebarkan artikel ini

detiktegal – Beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan, Jawa Timur, menemukan puluhan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMP) Negeri melukai diri sendiri dengan cara menyayat pergelangan tangannya.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah memberikan bantuan kepada korban KDRT sebanyak 76 orang.

Dalam menangani kasus ini, pihak Laos telah berkoordinasi dengan berbagai departemen seperti: Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan Wilayah Jawa Timur dan Puskesmas setempat. Pada saat yang sama, petugas polisi setempat melakukan pekerjaan keamanan di sekolah menengah desa setempat.

Jadi apa salahnya bagi diri Anda sendiri? Apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Mengutip dari RS Siloam, berikut penjelasan lengkapnya. Pahami tindakan menyakiti diri sendiri

Self-harm adalah perilaku seseorang yang dengan sengaja menyakiti atau merugikan dirinya sendiri. Meskipun perilaku ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam alat, mulai dari benda tajam hingga benda bengkok, bentuk lainnya dapat berupa tindakan seperti mencabut rambut atau memukul diri sendiri.

Tindakan menyakiti diri sendiri ini merupakan respons terhadap masalah psikologis dan tingkat keparahannya bisa beragam. Ada tiga jenis utama tindakan menyakiti diri sendiri berdasarkan kekerasan:

– Menyakiti diri sendiri yang parah: Ini adalah tindakan menyakiti diri sendiri yang paling serius yang mana orang tersebut mungkin melakukan tindakan kekerasan seperti memotong jari atau mencungkil mata. Sering terjadi pada penderita gangguan jiwa seperti psikosis.

– Kebiasaan melukai diri sendiri: Meski tidak separah “melukai diri sendiri secara besar-besaran”, perilaku ini masih sering dilakukan. Contoh perilaku ini antara lain memukul badan sendiri atau membenturkan kepala ke tembok. Hal ini sering ditemukan pada individu dengan autisme.

– Luka dangkal yang diakibatkan oleh diri sendiri: Meski dianggap paling ringan, jenis cedera diri ini masih memprihatinkan. Amalan yang termasuk dalam kategori ini antara lain pemotongan kulit atau pencabutan rambut

Ada banyak alasan mengapa seseorang dapat melukai dirinya sendiri, seperti trauma masa lalu, gangguan psikologis, stres emosional, atau ketidakmampuan mengekspresikan diri dengan tepat.

Untuk mengatasi self-harm, penting bagi seseorang untuk mencari bantuan profesional dan mendapat dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Terapi atau konsultasi dengan psikolog atau psikiater bisa menjadi langkah awal yang baik dalam mengidentifikasi dan mengatasi akar masalah perilaku merugikan diri sendiri. Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. Hari Puasa Internasional: Tubuh Sehat dengan 3 Kebiasaan Tanpa Diet Internasional diperingati setiap tanggal 6 Mei. Peringatan ini merupakan kesempatan yang mengingatkan kita untuk merayakan tubuh kita dan meningkatkan kesehatan. detiktegal.co.id 6 Mei 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *