Scroll untuk baca artikel
Hiburan

Rahasia Agar Lontong Tetap Segar, Awet dan Tidak Bau Hingga 2 Hari

10
×

Rahasia Agar Lontong Tetap Segar, Awet dan Tidak Bau Hingga 2 Hari

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta Saat makan dengan lontong, banyak hidangan lezat seperti sate, opor, atau kari. Karena teksturnya yang bulat dan mudah dicelupkan ke dalam saus atau bumbu, longtong cocok dijadikan pengganti nasi.

Namun lontong terkenal cepat basi dan berbau, sehingga harus segera disiapkan. Oleh karena itu, Lontong sering disajikan di berbagai festival karena dapat dikonsumsi dengan cepat oleh banyak tamu.

Kue beras basi memiliki beberapa khasiat seperti produksi lendir dan bau yang tidak sedap. Kue beras biasanya hanya bertahan 6-8 jam di suhu ruangan.

Namun ada salah satu penjual sate yang mempunyai cara menyimpan lontang hingga 2 hari. Tutorial tersebut ia bagikan di channel YouTube Bang Nurul yang dirangkum pada Selasa (16/4/2024).

Seringkali lontong diproduksi atau dibeli dalam jumlah banyak sehingga sering kali tidak habis.

Jangan langsung membuang sisa longtongnya, karena masih bisa disimpan dan akan bertahan minimal 2 hari lagi. Cara paling mudah adalah dengan menyimpan lontong semalaman di lemari es.

Namun, jangan menyimpan lontong di lemari es. Karena saat dikeluarkan, longtongnya empuk dan berair.

Keesokan harinya, keluarkan semangkuk nasi yang telah didinginkan semalaman. Kukus longtong di dalam panci.

Sisa lontong sebaiknya tidak dikukus terlalu lama agar tidak merusak lontong itu sendiri. Kukus longtong hingga panas.

Bahkan, lontong bisa bertahan hingga seminggu jika disimpan di lemari es tanpa pernah dikeluarkan.

Namun lain ceritanya bagi pedagang makanan yang menjual lontong karena lontong tersebut harus dikeluarkan dan diperiksa setiap hari. Supaya aman, simpan lontong maksimal 2 hari.

Banyak orang beranggapan lontong cepat mengeras karena dibungkus dengan daun pisang. Hal ini tidak semuanya buruk karena daun pisang lontong mengeluarkan bau yang tidak sedap jika sudah tua.

Selain itu, lontong yang sudah tua bentuknya berlendir atau encer serta memiliki rasa yang sedikit asam dan tidak enak.

Hanya dengan direbus atau dikukus lagi barulah bisa membuat lontong. Namun perlu diingat bahwa proses pemanasan dapat mempengaruhi tekstur dan umur simpan lontong. Oleh karena itu, lontong yang dipanaskan dengan cara direbus atau dikukus bisa lebih encer dan lembab.

Faktor penyebab lontong keras tidak hanya dipengaruhi oleh jenis nasi yang dipilih, tetapi juga jumlah nasi yang ditambahkan. Akibatnya konsistensi di Longtong bisa sangat ketat. Oleh karena itu, disarankan untuk mengisi wadah Longtong hanya hingga 3/4 dari kapasitasnya.

Setelah membuka bungkus lontong daun pisang, pastikan segera memasukkan lontong ke dalam wadah kedap udara. Alternatifnya, Anda bisa menggunakan kantong plastik ziplock atau wadah kedap udara lainnya untuk menyimpan lontong. Tujuannya agar aroma lontong tidak tercampur dengan aroma makanan lain saat disimpan di lemari es.

Jika suhu lingkungan meningkat secara signifikan, Lontong akan kehilangan kesegarannya dalam waktu sekitar 2-3 jam. Untuk menjaga umur simpan Longtong, lebih baik menyimpannya di lemari es atau freezer.

Plastik yang harus dihindari dalam memasak, khususnya kemasan longtong, adalah plastik yang tergolong LDPE. LDPE memiliki titik leleh yang rendah, sehingga dapat meleleh pada suhu 83°C hingga 98°C. BPOM telah melarang plastik LDPE untuk memasak makanan bahkan untuk kemasan longtong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *