Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Simak Rekomendasi Saham di Ramadan, Bisa Jadi Peluang Investasi

13
×

Simak Rekomendasi Saham di Ramadan, Bisa Jadi Peluang Investasi

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal Jakarta Jelang Ramadhan, banyak sektor saham yang mendapatkan momentum, terutama pada sektor yang berhubungan dengan konsumen. Kali ini Detik Tegal mencermati ekspektasi saham-saham konsumen non-siklikal.

Secara historis, sektor ini telah memperoleh manfaat dari Ramadhan. Ada banyak subsektor yang termasuk dalam sektor konsumen off-cycle, seperti makanan olahan, ikan, daging, unggas, perkebunan, dan tanaman pangan. Pengamat pasar modal sekaligus pendiri Traderindo mengatakan: “Musim lalu dan selama Ramadhan, Idul Fitri mendukung nasabah selain siklus. .Com, Wahyu Laksono kepada Detik Tegal, Senin (11/3/2024).

Wahyu pun menilai kondisi lokal juga terjaga dengan baik sehingga kondisi tersebut sangat potensial bagi emiten non-siklus. Wahyu telah memilih beberapa emiten termasuk PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO).

“WAPO. Kinerja emiten ini sungguh luar biasa. Level harga 150-200 masih relevan saat ini. Sedangkan untuk Ramadhan dan Idul Fitri, WAPO adalah pilihan terbaik,” kata Wahu.

WAPO turun 3,39 persen pada Jumat 8 Maret 2024 hingga ditutup di posisi 114. Kendati demikian, WAPO naik 2,70 persen dalam sepekan. WAPO secara year-to-date atau year-to-date (YTD) mengalami peningkatan 25,27 persen.

Berdasarkan laporan keuangan terakhir perseroan per 30 September 2023, WIPO mengumumkan penjualan sebesar Rp 252,42 miliar. Dibandingkan September 2022, meningkat 3,67 persen menjadi Rp 243,48 miliar. Dengan pencapaian tersebut, perseroan berhasil memindahkan posisinya dari rugi Rp 1,17 miliar pada September 2022 menjadi untung Rp 558,37 juta pada September 2023. Aksi Kino

Saham preferen selanjutnya adalah PT Kino Indonesia Tbk (KINO). Jumat pekan lalu, saham KINO ditutup melemah 1,06 persen di 1.400. Dalam sepekan, saham KINO turun 0,36 persen. Namun secara YTD, saham KINO masih menguat 10,67 persen.

“Film lebih berkelanjutan,” kata Wahew.

Per 30 September 2023, KINO mengumumkan penjualan Rp 2,95 triliun. Naik 4% dibandingkan September 2022 sebesar Rp 2,83 triliun.

Dari pencapaian tersebut, KINO berhasil membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik unit utama sebesar Rp62,97 miliar. Ini merupakan pembalikan kerugian September 2022 sebesar Rp 250,23 miliar.

CMRY juga stabil di kisaran 4.400-5.000. Kemudian kapasitas restorasi FOOD stabil di kisaran 200-300, kata Wahyu.

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) atau Cimory ditutup menguat 4,55 persen ke level 4.600 pada Jumat kemarin. CMRY naik 8,75 persen minggu ini dan 14,71 persen YTD.

Cimory mengumumkan penjualan Rp 7,R triliun. Pendapatan meningkat 21,86 persen dari penjualan tahun 2022 yang sebesar Rp6,38 triliun. Atas pencapaian tersebut, perseroan mengumumkan laba periode berjalan sebesar Rp 1,24 triliun pada tahun 2023 yang dapat diatribusikan kepada pemilik unit induk. Laba tersebut lebih tinggi 17,08 persen dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 1,0 triliun.

 

PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) ditutup pada level 111 pada hari Jumat atau berubah 0,00 persen. Dalam sepekan, porsi MAKANAN turun 3,48 persen. Meski demikian, saham FOOT masih menguat 7,77 persen secara year-to-date.

Untuk September 2023, FOOD membukukan penjualan bersih Rp 57,77 miliar, turun 11,18% dibandingkan penjualan September 2022 sebesar Rp 65,04 miliar. Namun perseroan berhasil memangkas biaya sehingga kerugian September 2023 berkurang menjadi Rp6,66 miliar dari September 2022 sebesar Rp12,61 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *