Scroll untuk baca artikel
Sains

Sungai yang Hilang Ini Menjelaskan Bagaimana Piramida Mesir Dibangun

12
×

Sungai yang Hilang Ini Menjelaskan Bagaimana Piramida Mesir Dibangun

Sebarkan artikel ini

LONDON — Penelitian baru yang menarik menunjukkan bahwa lusinan piramida Mesir kuno yang ditemukan di gurun tandus, jauh dari tepi Sungai Nil modern, mungkin dibangun di cabang sistem sungai yang telah lama hilang.

BACA JUGA – Rumus Firaun Membangun Piramida, Bikin Rakyat Menderita?

Teori inovatif ini tidak hanya menjelaskan lokasi piramida yang membingungkan, tetapi juga menjelaskan bagaimana struktur kolosal ini dibangun lebih dari 4.500 tahun yang lalu.

Bukti yang mendukung teori Lost River berasal dari beberapa sumber, termasuk citra satelit, analisis geologi, dan studi sedimen.

Para peneliti telah menemukan bukti adanya saluran sungai kuno yang pernah mengalir melalui kawasan tersebut, menyediakan sumber air yang melimpah dan jalur transportasi yang mudah untuk mengangkut batu dan bahan bangunan lainnya.

Keberadaan sungai ini menjelaskan beberapa sulitnya logistik pembangunan piramida. Mengangkut batu-batu besar melintasi gurun tandus tanpa sumber air atau sarana transportasi yang mudah akan sangat sulit, bahkan tidak mungkin.

Namun dengan adanya sungai yang mengalir di dekatnya, orang Mesir kuno akan memiliki akses terhadap sumber daya air yang penting dan rute yang efisien untuk mengangkut bahan-bahan yang diperlukan.

Penemuan sungai yang hilang ini menawarkan wawasan baru yang menarik tentang bagaimana piramida Mesir kuno dibangun. Berikut beberapa poin penting:

Lokasi Piramida: Dahulu, Sungai Nil memiliki cabang-cabang yang mengalir dekat dengan piramida, sehingga memudahkan pengangkutan bahan bangunan dan pekerja. Hal ini menjelaskan mengapa piramida didirikan di tempat yang tampaknya tidak ramah di tengah gurun.

Bangunan Piramida: Sungai ini kemungkinan besar menjadi jalur air penting untuk mengangkut batu kapur, granit, dan material berat lainnya yang diperlukan untuk membangun piramida. Selain itu, air sungai juga dapat digunakan untuk mengangkut pekerja dan peralatan.

Perubahan pada Sungai Nil: Sungai Nil telah berubah secara signifikan selama ribuan tahun. Cabang-cabang yang pernah mengalir di dekat piramida kemungkinan besar mengering karena perubahan iklim atau faktor geologi lainnya. Hal ini menjelaskan mengapa sungai tidak lagi terlihat di kawasan ini.

Penemuan ini merupakan hasil kolaborasi ilmuwan dari Mesir, Jerman, dan Austria. Mereka menggunakan kombinasi citra satelit, survei geofisika, dan analisis sedimen untuk menemukan dan mempelajari sungai yang hilang.

Penelitian ini terus berlanjut dan peneliti terus mempelajari lebih lanjut tentang Ahramat dan perannya dalam membangun piramida. Penemuan ini dapat merevolusi pemahaman kita tentang peradaban Mesir kuno dan teknik konstruksi yang digunakan untuk menciptakan struktur luar biasa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *