Scroll untuk baca artikel
Sains

Tanda Kiamat Mulai Muncul dari Bawah Tanah

13
×

Tanda Kiamat Mulai Muncul dari Bawah Tanah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Data air tanah menurun dengan cepat di seluruh dunia, menurut jurnal yang diterbitkan dalam jurnal Nature oleh para peneliti UC Santa Barbara.

Penelitian ini menyajikan analisis air tanah terbesar, mencakup 1.700 akuifer di seluruh dunia.

Laporan dari LiveScience, Jumat, 9 Januari 2024 Selain memberikan peringatan akan menipisnya sumber daya air, penelitian ini memberikan contoh situasi yang berhasil diatasi dan bagaimana Bumi bisa ditaklukkan.

Hal ini berguna bagi para ilmuwan, pembuat kebijakan, dan pengelola sumber daya yang ingin memahami perilaku air tanah global.

“Penelitian ini didorong oleh rasa ingin tahu. Kami ingin lebih memahami keadaan air tanah global dengan melakukan jutaan pengukuran air tanah,” kata seorang profesor di UC Santa Environmental Studies Program.

Tim mengumpulkan informasi dari catatan nasional dan sub-nasional serta kegiatan berbagai lembaga. Penelitian ini memakan waktu tiga tahun, dua tahun di antaranya dihabiskan untuk membersihkan dan memilah data.

Hanya itu yang diperlukan untuk memahami 300 juta pengukuran ketinggian air dari 1,5 juta sumur selama 100 tahun terakhir.

Berikutnya adalah penerjemahan data kekayaan ke dalam pemahaman praktis mengenai tren air tanah global. Para peneliti menelusuri lebih dari 1.200 publikasi untuk mendefinisikan kembali batas-batas daerah aliran sungai di wilayah studi dan menilai tren ketinggian air tanah di 1.693 wilayah sungai.

Menurut laporan di situs UC Santa Barbara, temuan mereka memberikan analisis paling komprehensif mengenai air tanah global hingga saat ini dan menunjukkan prevalensi penipisan air tanah.

Penelitian menunjukkan bahwa air tanah menipis di 71% waduk, dan di banyak tempat, penipisan ini terjadi dengan cepat. Tentu saja, laju penipisan air tanah pada tahun 1980an dan 1990an telah meningkat pesat sejak tahun 2000.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa situasinya tidak hanya buruk, tetapi situasinya semakin buruk. Resesi ini tiga kali lebih besar dari perkiraan.

Penelitian lebih lanjut mengenai air tanah sering dilakukan di daerah beriklim kering dengan degradasi yang cepat, terutama pada tanah kering dan semi kering yang dibudidayakan.

“Ini adalah temuan intuitif,” kata Scott Jaceko, seorang profesor di Bren School of Environmental Science & Management.

“Tetapi menjadi intuitif adalah satu hal. Menunjukkan hal itu terjadi dalam data dunia nyata adalah hal lain.”

Di sisi lain, ada tempat-tempat yang levelnya stabil atau banyak mengalami pemulihan.

Selama tahun 1980an dan 1990an, penipisan air tanah terjadi pada 16% akuifer yang data historisnya tersedia. Namun, hanya setengah dari kasus-kasus ini yang kemungkinan besar terjadi secara tidak sengaja.

“Studi ini menunjukkan bahwa dengan niat dan usaha, masyarakat bisa mengubah segalanya,” kata Jaceko.

Ambil contoh Tucson, Arizona. Air yang diambil dari Sungai Colorado digunakan untuk mengisi ulang Lembah Avra ​​​​di dekatnya. Proyek ini menghemat air untuk penggunaan di masa depan.

“Air tanah dianggap sebagai rekening bank air,” jelas Jaceko. “Pengisian ulang yang disengaja memungkinkan kami menyimpan air tersebut hingga dibutuhkan,” tegasnya.

Masyarakat dapat menghabiskan banyak uang untuk membangun infrastruktur yang dapat menyimpan air tanah. Namun, dengan perencanaan geologi yang tepat, masyarakat dapat menyimpan air tanah dalam jumlah besar dengan harga murah, tidak terganggu, dan tidak berbahaya.

Penyimpanan air tanah bermanfaat bagi lingkungan setempat. Faktanya, saat menyiapkan laporan penelitian pada tahun 2014, Perron menemukan bahwa reservoir bawah air dapat menyimpan air enam kali lebih banyak per dolar dibandingkan reservoir permukaan. Inisiatif mitigasi dampak pemanasan global mempunyai dampak yang signifikan terhadap pemanasan global, termasuk di Indonesia. Naiknya suhu bumi menyebabkan perubahan iklim ekstrem seperti kekeringan dan banjir detiktegal.co.id 8 Mei 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *