Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Tidur Siang Sejenak Bisa Bantu Tubuh Lebih Kuat Jalankan Puasa Ramadhan

11
×

Tidur Siang Sejenak Bisa Bantu Tubuh Lebih Kuat Jalankan Puasa Ramadhan

Sebarkan artikel ini

Detik Tegal, Jakarta Pola tidur berkaitan dengan energi tubuh selama puasa Ramadhan.

“Tidur siang sebentar akan membantu memperkuat puasa di siang hari,” kata Ustad uhhansya Nurfauzi, anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Silakap, sekaligus apoteker dan peneliti farmasi, seperti dilansir NU Online. , Selasa (19/3/2024).

“Namun, jika seseorang bekerja keras di siang hari pasti ada masalah, sehingga tidak ada gunanya tidur siang sebentar,” ujarnya.

Jika tidur sebentar atau tidur siang, lanjutnya, tertidur akan melepaskan hormon leptin.

“Leptin, hormon yang dilepaskan saat tidur, menghasilkan efek penuh. “Jadi, tidur siang sebentar saat puasa Ramadhan akan menguatkan seorang muslim agar bisa menuntaskan rangkaian puasa tersebut sebelum waktu puasa.”  

Istirahat yang paling baik bagi yang tidak bisa tidur adalah segera tidur setelah tarawih. Tidak begadang setelah tarawih dan tidak terburu-buru tidur malam dengan niat bangun di sepertiga malam terakhir juga akan menguatkan tubuh untuk berpuasa keesokan harinya.  

Istirahat seperti ini umumnya akan mengurangi jumlah tidur harian selama Ramadhan, namun tidak akan mengganggu kualitas istirahat.  

Pola waktu tidur atau istirahat ini dibahas dalam perspektif Islam dalam Tibbun Nabawi. Tibbun Nabawi merupakan ucapan atau amalan (hadits) Muhammad SAW yang berkaitan dengan kesehatan dan kebersihan.

Pengurangan waktu tidur harian selama Ramadhan dipelajari oleh tim peneliti gabungan dari Maroko dan Perancis.

Studi tersebut menemukan bahwa selama bulan Ramadhan, proporsi tidur non-rapid eye motion (NREM) meningkat dan proporsi tidur rapid eye motion (REM) menurun.

Peneliti menjelaskan bahwa tidur terdiri dari dua keadaan fisiologis, yaitu tidur gerakan mata non-rapid dan tidur gerakan mata cepat (REM). Selama siklus tidur NREM, tidur sangat nyenyak sehingga Anda tidak mengingat apa pun, termasuk mimpi Anda. Sedangkan tidur REM disebut juga tidur aktif karena ditandai dengan gerakan mata dan aktivitas otak yang cepat.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola tidur ini dikaitkan dengan perubahan jadwal makan umat Islam saat berbuka puasa dan sahur.

Sahur akan mengubah cara makan Anda di pagi hari, dimulai dengan sarapan.

Oleh karena itu, reaksi tubuh terhadap makanan biasanya terjadi pada siang hari. Berkat perubahan kebiasaan makan ini, orang lebih mudah tidur di siang hari. Oleh karena itu, tidur siang sebentar di siang hari bisa bermanfaat.

Berdasarkan konsep Tibbun Nabawi, aktivitas tidur akan meningkatkan kelembapan dan menyegarkan tubuh.

Logikanya, jika waktu tidur sehari-hari dikurangi, respon tubuh mungkin akan terasa panas. Namun, fenomena peningkatan tidur NREM di kalangan umat Islam yang berpuasa selama Ramadhan, menurut para peneliti, dapat menstabilkan suhu tubuh dan tidak membuat tubuh terlalu panas. ,” jelas uhhansya.

Anggapan Tibbun Nabawi bahwa aktivitas tidur dapat menyegarkan tubuh sejalan dengan peningkatan NREM tidur selama Ramadhan. Jika masyarakat fokus pada istirahat selama Ramadhan, peningkatan tidur NREM akan memastikan pemulihan penuh dan ketenangan pikiran.

Hal ini ditandai dengan penurunan suhu tubuh, tekanan darah dan pernafasan menjadi teratur dan lambat. Tidur yang nyenyak juga akan berkontribusi pada pola makan yang baik.

Tidur yang cukup (untuk orang dewasa, sekitar 5 hingga 6 jam) akan mengaktifkan hormon pertumbuhan yang bertugas mengatur distribusi nutrisi.

“Oleh karena itu, zat gizi berupa protein, lemak, dan karbohidrat akan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembentukan dan perbaikan jaringan dan organ tubuh,” (Azhar, Islamic Healthy Living, [Bandung, Penerbit Tasdikia: 2015], hal. 244 ). .  

 

Salah satu tips Tibbun Nabawi agar tidur malam nyenyak adalah tidur lebih awal agar bangun pagi. Konsep ini sebaiknya digunakan selama bulan Ramadhan karena ada sahur yang rutin dilakukan pada sepertiga malam terakhir.

Agar tidak ketinggalan sahur, seorang muslim hendaknya berusaha untuk bangun pagi, meski total durasi tidur malamnya berkurang. Orang yang tidur lebih awal dan memiliki kebiasaan bangun di sepertiga malam terakhir juga akan mendapat manfaat dengan membiasakan bangun malam.

Kegiatan non-sahur seperti Qiyamullail akan semakin mudah dilakukan seiring berjalannya hari Ramadhan. Selama 10 hari terakhir, kondisi tubuh akan lebih disesuaikan untuk meningkatkan ibadah menyambut malam Lailatul Qadr.  

“Meski terjadi pengurangan jam tidur, perubahan pola makan secara umum akan mengimbangi istirahat dengan cara yang unik, sehingga umat Islam tetap memiliki energi yang baik untuk menjalankan ibadah di bulan suci,” pungkas Uhansya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *